Penasulbar.com – Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Arsal Aras bersama Tim Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Steven Pratama, dan perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Hasbia, meninjau langsung pembangunan Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kawasan Kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM), Dusun Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis (10/9/2026) malam.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan salah satu program strategis nasional tersebut berjalan sesuai target dan tidak mengalami kendala berarti.
Lokasi pembangunan rumah sakit berada di kawasan strategis, tepat di jantung Ibu Kota Kabupaten Mamuju Tengah, Tobadak. Jaraknya hanya sekitar 400 hingga 600 meter dari Kantor Bupati Mamuju Tengah.
Bupati Arsal Aras mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program pemerintah pusat di Mamuju Tengah berjalan sebagaimana mestinya.
“Sore tadi kami mendapat kabar Tim Kantor Staf Kepresidenan hadir mengecek proses pembangunan rumah sakit di Mamuju Tengah,” kata Arsal.
Menurutnya, kedatangan tim KSP bertujuan memastikan program Presiden di Mamuju Tengah dapat terlaksana sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Tujuan rombongan memastikan program Pak Presiden kita di Mamuju Tengah ini berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Arsal menyebutkan, pemeriksaan yang dilakukan Tim KSP cukup detail. Tidak hanya progres fisik bangunan, sejumlah kebutuhan pendukung operasional rumah sakit juga turut diperiksa.
“Yang dicek tadi sampai PO-nya, apakah betul sudah dipesan lift-nya, gensetnya dan lain sebagainya,” jelas Arsal.
Terkait hasil pengecekan teknis dan perkembangan pembangunan, Arsal mengatakan pihak KSP bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan menyampaikan secara lebih rinci setelah berkoordinasi dengan pihak kontraktor.
“Kami sebagai Pemerintah Daerah hari ini memfasilitasi rombongan mengecek langsung pembangunan ini. Dan alhamdulillah progresnya berjalan positif,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Ahli Kedeputian IV KSP Steven Pratama mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan percepatan pembangunan proyek strategis nasional, termasuk peningkatan kapasitas rumah sakit di Mamuju Tengah.
“Salah satunya yang digagas di sini (Mamuju Tengah), peningkatan rumah sakit dari tipe D ke tipe C,” kata Steven.
Ia menjelaskan, pengecekan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Tim juga memastikan berbagai aspek pendukung, mulai dari pelayanan, administrasi, perizinan hingga kelengkapan dokumen.
Menurut Steven, keberhasilan pembangunan rumah sakit tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan secara fisik. Hal yang lebih penting adalah manfaat yang nantinya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, rumah sakit tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat Mamuju Tengah.
“Paling penting itu outcome-nya,” tegas Steven. (NSP)





