Mamuju Tengah Jadi Contoh Pemenuhan SDMK Puskesmas di Sulbar, Siap Menuju Standar Kesehatan Terbaru

Mateng,penasulbar.com – Kabupaten Mamuju Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sektor kesehatan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dipaparkan dalam kegiatan Kabupaten Binaan (Kabin) Tahun 2026 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat di Topoyo, Kamis (11/6/2026), seluruh puskesmas di Mamuju Tengah telah memenuhi standar sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sesuai ketentuan nasional.

Kegiatan Kabupaten Binaan tersebut menjadi forum evaluasi capaian program kesehatan, identifikasi tantangan, serta penyusunan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu fokus pembahasan adalah kondisi persebaran tenaga medis dan tenaga kesehatan pada 11 puskesmas yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah. Hasil pemetaan menunjukkan capaian yang membanggakan. Berdasarkan standar sembilan jenis tenaga kesehatan yang diatur dalam Permenkes Nomor 43 Tahun 2019, seluruh puskesmas di Mamuju Tengah atau 100 persen telah memenuhi kelengkapan tenaga kesehatan yang dipersyaratkan.

Artinya, seluruh puskesmas telah memiliki tenaga dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, promosi kesehatan, sanitasi lingkungan, farmasi, serta analis teknologi laboratorium medis (ATLM). Capaian ini menempatkan Mamuju Tengah sebagai salah satu daerah yang berhasil memastikan ketersediaan layanan kesehatan dasar secara merata hingga tingkat puskesmas.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dalam memenuhi kebutuhan SDMK sesuai regulasi yang berlaku sebelumnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah karena seluruh puskesmas telah berhasil memenuhi kelengkapan sembilan jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan sesuai amanat Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Capaian ini menunjukkan komitmen daerah dalam memastikan tersedianya pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, seiring diterbitkannya Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas, kebutuhan SDMK mengalami penyesuaian. Regulasi terbaru tersebut mensyaratkan keberadaan 13 jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan di setiap puskesmas.

Berdasarkan hasil analisis, 11 puskesmas di Kabupaten Mamuju Tengah masih membutuhkan tambahan 34 tenaga kesehatan untuk memenuhi standar terbaru tersebut. Kebutuhan itu terdiri dari 11 Dokter Kesehatan Keluarga dan Layanan Primer (KKLP), 11 psikolog klinis, 11 fisioterapis, serta satu terapis gigi dan mulut.

Menurut dr. Nursyamsi, perubahan standar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan primer yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Standar terbaru puskesmas menuntut adanya penguatan jenis tenaga kesehatan tertentu yang sebelumnya belum menjadi persyaratan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengidentifikasi berbagai opsi strategis dalam pemenuhan SDMK, baik melalui perencanaan kebutuhan, redistribusi tenaga kesehatan, pemanfaatan berbagai skema pengadaan tenaga kesehatan, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan dan SDM Kesehatan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Darmawiyah, mengatakan hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di masa mendatang.

Ia optimistis, dengan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, kebutuhan SDMK sesuai regulasi terbaru dapat dipenuhi secara bertahap.

“Dengan dukungan lintas sektor dan strategi yang tepat, diharapkan seluruh puskesmas di Kabupaten Mamuju Tengah dapat memenuhi standar SDMK sesuai regulasi terbaru sehingga pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tuturnya.

Keberhasilan Mamuju Tengah memenuhi standar SDMK sebelumnya menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pemenuhan standar baru. Dengan komitmen pemerintah daerah yang terus memperkuat sektor kesehatan, Mamuju Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah dengan layanan kesehatan primer yang semakin berkualitas di Sulawesi Barat. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *