Delapan Tahun Dipasung, Idrus Akhirnya Berobat ke RS Berkat Uluran Tangan Donatur

Suasana saat pembongkaran Kandang (Pasung) Saudara Idrus sebelum diberangkatkan ke RS Regional Sulbar. Foto:duk.pena.

Mamasa,penasulbar.com – Harapan baru akhirnya datang bagi Idrus (27), warga Dusun Ululakahang, Desa Tampakkurra, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, yang selama delapan tahun menjalani hidup dalam pasungan akibat gangguan jiwa. Berkat kepedulian para donatur dan dukungan berbagai pihak, Idrus akhirnya diberangkatkan ke RSUD Regional Sulawesi Barat untuk menjalani perawatan, Rabu (29/7/2026).

Selama ini, keluarga sebenarnya telah lama ingin membawa Idrus berobat ke rumah sakit. Namun, keterbatasan ekonomi membuat niat tersebut tak pernah terwujud, terutama karena tidak mampu menanggung biaya hidup anggota keluarga yang harus mendampingi selama proses perawatan.

Keberangkatan Idrus ke rumah sakit menjadi titik terang setelah gerakan donasi yang diinisiasi Pendamping Sosial Kementerian Sosial, Aditia Malisom, mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan yang terkumpul bisa digunakan untuk biaya kebutuhan pendamping Idrus selama beberapa hari ke depan sambil donasi terus dijalankan.

Proses evakuasi dan pemberangkatan Idrus berlangsung dengan pengawalan dan pendampingan lintas sektor. Hadir mendampingi antara lain personel TNI-Polri, Kepala Puskesmas Tabulahan beserta tenaga kesehatan, Pemerintah Kecamatan Tabulahan, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Pemerintah Desa Tampakkurra, serta Pendamping Sosial Kementerian Sosial.

Aditia Malisom menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi Idrus.

“Terima kasih kepada para donatur yang dengan tulus dan ikhlas memberikan bantuannya untuk pengobatan Idrus. Semoga bantuan bapak dan ibu menjadi jalan kesembuhan bagi saudara Idrus,” ujar Aditia.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Barat, Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Barat Ajbar, Bupati Mamasa, Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Kepala Puskesmas Tabulahan, Camat Tabulahan, Polsek Tabulahan, Babinsa Tabulahan, serta seluruh instansi yang telah memberikan dukungan sehingga Idrus akhirnya dapat memperoleh perawatan medis yang layak.

Kisah Idrus selama ini menyentuh banyak hati. Di sebuah rumah sederhana di Dusun Ululakahang, ia menghabiskan hampir satu dekade hidupnya dalam pasungan bambu. Kondisi tersebut terpaksa dilakukan keluarga karena tidak memiliki pilihan lain untuk mengendalikan kondisi Idrus yang kerap membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain.

Menurut adik perempuannya, Wiwin, Idrus dulunya dikenal sebagai pemuda pekerja keras yang rajin membantu keluarga. Namun sejak 2016, kondisi kejiwaannya mulai berubah. Ia sering merasa ketakutan, berteriak tanpa sebab, hingga bertindak di luar kendali.

Kini, setelah bertahun-tahun menunggu, secercah harapan akhirnya datang. Dukungan masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak membuka jalan bagi Idrus untuk mendapatkan penanganan medis yang selama ini hanya menjadi impian keluarganya. Mereka berharap perawatan di RSUD Regional Sulawesi Barat menjadi awal dari proses pemulihan Idrus agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jika anda ingin memberikan donasi untuk biaya pengobatan saudara Idrus, bisa disalurkan  melalui no rekening Bank BRI: 3414-0103-1891-537
a.n. Aditia Malison (Pendamping Sosial) Kecamatan Tabulahan. (Nisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *