Resmikan Perpustakaan Mamasa, Kepala Perpusnas Tekankan Pentingnya Literasi

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi saat memdapingi Kepala Perpustaan Nasional RI Aminudin Prof. E. Aziz. 

Mamasa,penasulbar.com — Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Prof. E. Aminudin Aziz, MA., PhD., menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari penguatan budaya literasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Prof. Aminudin saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dalam rangka Peresmian Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mamasa sekaligus Festival Literasi 2026 Kabupaten Mamasa, Rabu (16/9/2026). Kegiatan berlangsung di Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mamasa.

Kepala Perpusnas RI bersama rombongan disambut Bupati Mamasa Welem Sambolangi, jajaran Forkopimda Kabupaten Mamasa, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Mamasa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian Gedung Perpustakaan Kabupaten Mamasa. Prof. Aminudin kemudian meninjau pameran hasil kebudayaan yang digelar di lobi gedung perpustakaan.

Dalam sambutannya, Prof. Aminudin menekankan pentingnya menghidupkan perpustakaan dengan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat.

“Gerakan membaca, menulis dan kegiatan literasi lainnya harus terus digiatkan karena tanpa literasi maka suatu daerah tak akan mungkin berkembang dan maju. Ramaikan gedung ini dengan kegiatan membaca dan kegiatan literasi lainnya supaya tidak mubazir.”

Ia juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan tidak semata-mata merupakan tempat menyimpan dan mengumpulkan buku, tetapi harus menjadi ruang pembelajaran, pengembangan pengetahuan, kreativitas, serta berbagai aktivitas masyarakat.

“Mari kita ubah persepsi tentang perpustakaan, bahwa perpustakaan bukan sekadar tentang kumpulan buku-buku dan bukan tempat kumpulan pegawai yang menunggu buku-buku berdebu dan tak berguna,” ujar Aminudin.

Prof. Aminudin mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Mamasa untuk menumbuhkan kesadaran bahwa perpustakaan merupakan tempat menimba ilmu sekaligus ruang yang dipenuhi berbagai kegiatan literasi.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung perpustakaan beserta penyediaan fasilitas pendukung merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah pusat untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat, khususnya masyarakat pembaca di Kabupaten Mamasa.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi daerah bukan alasan untuk menghentikan pengembangan literasi. Perpustakaan justru dapat dikembangkan menjadi wahana untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat, termasuk melalui berbagai kegiatan seni, pariwisata, olahraga, dan kegiatan lainnya.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku. Perpustakaan dapat menjadi wahana pengembangan kreativitas, termasuk dalam berbagai pengembangan event seni, pariwisata, olahraga dan lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Aminudin juga menyampaikan kesannya terhadap Kabupaten Mamasa. Ia mengapresiasi sambutan masyarakat sekaligus keindahan alam Mamasa yang menurutnya memiliki suasana sejuk dan menarik.

“Saya senang dan mengapresiasi sambutan yang hangat baik dari masyarakat Kabupaten Mamasa maupun sambutan alam Mamasa yang begitu indah dan sejuk. Seruling bambu yang setiap kali ditiupkan oleh sanggar-sanggar seni telah membangkitkan kerinduan saya dan mengingatkan saya untuk segera kembali pulang ke kampung halaman,” tambah Aminudin. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *