Bukan Sekadar Ngopi! Mamasa Ukir Rekor MURI, Ribuan Cangkir Suke Serentak Guncang 17 Kecamatan

Piagam penghargaan MURI diberikan kepada Pemda Mamasa. Foto:duk.pemda.

Mamasa,penasulbar.com – Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kabupaten Mamasa. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), Mamasa berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan minum kopi menggunakan cangkir bambu tradisional Suke secara serentak.

Kegiatan unik tersebut digelar serentak di 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa dan melibatkan ribuan masyarakat. Berdasarkan data sementara MURI, tercatat 11.981 cangkir Suke digunakan dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena proses pendataan masih berlangsung.

Senior Manager MURI, Triyono, mengatakan penghargaan diberikan karena Mamasa berhasil mencatatkan kegiatan minum kopi menggunakan cangkir bambu Suke dalam jumlah terbanyak sekaligus mengangkat kembali warisan budaya leluhur.

“Data terakhir 11.981 cangkir, tapi masih akan bertambah terus,” ujar Triyono.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar memecahkan rekor, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal.

“Kami memberikan apresiasi karena Pemda Mamasa mewariskan kembali warisan budaya leluhur. Kami berharap daerah-daerah lain juga dapat menggali potensi budaya warisan leluhurnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, penggunaan Suke dalam kegiatan minum kopi menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan Kopi Mamasa sekaligus budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menggaungkan Kopi Mamasa melalui minum kopi menggunakan bambu Suke,” kata Welem.

Ia bahkan mendorong agar penggunaan Suke tidak berhenti setelah perayaan HUT RI. Pemerintah dan masyarakat Mamasa diharapkan mulai membiasakan penggunaan cangkir bambu tersebut dalam berbagai kegiatan.

“Di Rujab nanti akan pakai cangkir bambu. Jadi saya tekankan semua masyarakat pakai Suke. Masa orang lain suka, kita tidak,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *