Mateng,penasulbar.com — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar pertemuan dalam rangka penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Mamuju Tengah periode 2026–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Amalia, Benteng Tobadak, Selasa (8/9/2026), mulai pukul 08.30 WITA.
Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak terkait untuk membahas arah kebijakan serta merumuskan langkah strategis pembangunan sektor kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah.
Penyusunan RAD-KSB menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyusun program dan prioritas aksi yang mampu menjawab berbagai tantangan di sektor perkelapasawitan dalam beberapa tahun mendatang.
Dokumen RAD-KSB periode 2026–2029 nantinya diharapkan menjadi salah satu acuan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola industri kelapa sawit, meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, pelaksanaan rencana aksi tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Dengan adanya penyusunan dokumen yang terarah dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Mamuju Tengah berkomitmen mendorong pembangunan sektor kelapa sawit yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kepentingan sosial dan kelestarian lingkungan. (NSP)






