Kepala Desa Ranteberang, Harjo saat meninjau kios yang merupakan unit usaha Bumdes Ranteberang. Foto:duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak hanya menjadi wadah usaha masyarakat, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi desa. Hal itu dibuktikan Pemerintah Desa Ranteberang, Kecamatan Bumal, Kabupaten Mamasa, yang berhasil mengelola BUMDes hingga secara rutin menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) setiap tahun.
Keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa pengelolaan BUMDes yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.
Kepala Desa Ranteberang, Harjo, mengatakan BUMDes yang dikelola pemerintah desa mampu menyumbang PAD sebesar Rp5 juta hingga Rp7 juta setiap tahun. Dana tersebut kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan fasilitas umum dan pemeliharaan infrastruktur desa.
“Kami terus berupaya meningkatkan manajemen pengelolaan BUMDes agar dapat memberikan PAD sebesar Rp5 juta sampai Rp7 juta setiap tahun. Pendapatan itu kami gunakan untuk pemeliharaan turbin desa dan pembangunan fasilitas umum lainnya,” ujar Harjo saat ditemui di Kantor BUMDes Ranteberan belum lama ini.
Menurut Harjo, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pengembangan sejumlah unit usaha yang dijalankan BUMDes. Saat ini, BUMDes Ranteberang mengelola usaha penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, produksi beras desa, serta pengembangan sektor hortikultura.
“BUMDes kami menjalankan tiga kegiatan utama, yaitu penjualan kebutuhan pokok warga, produksi beras, dan budidaya berbagai jenis sayur-sayuran,” jelasnya.
Pada sektor hortikultura, BUMDes berhasil menghasilkan berbagai komoditas seperti sawi putih, wortel, daun bawang, dan aneka sayuran lainnya. Produksi yang terus meningkat bahkan menjadi tantangan baru karena kapasitas pasar lokal belum mampu menyerap seluruh hasil panen.
“Kami sekarang justru menghadapi kendala pemasaran. Hasil panen sayuran cukup melimpah sehingga sebagian harus kami kirim ke Polewali karena di sini pembelinya masih terbatas,” ungkap Harjo.

Meski menghadapi tantangan pemasaran, Pemerintah Desa Ranteberang tetap optimistis pengembangan BUMDes akan terus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ke depan, pemerintah desa berharap dukungan dari pemerintah daerah dan perluasan akses pasar dapat meningkatkan nilai jual produk sehingga BUMDes mampu memberikan kontribusi PAD yang lebih besar.
Keberhasilan BUMDes Ranteberang menjadi bukti bahwa desa mampu membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan usaha yang baik. Dengan tata kelola yang profesional, BUMDes bukan hanya menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Nisan)






