Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama Kaporles Mamasa tiba dilokaai pembukaan Bonsdaq II PP GPIT, di Desa Kinatang Kabupaten Mamuju. Foto:duk.pena.
Mamuju,penasulbar.com – Kehadiran Bupati Mamasa Welem Sambolangi dalam pembukaan Bonsadaq II Persekutuan Pemuda Gereja Protestan Indonesia Timur (PP GPIT) di Desa Kinatang, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GPIT, Pdt. Simson Kena, yang menilai Welem merupakan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Pdt. Simson Kena saat memberikan sambutan pada pembukaan Bonsadaq II PP GPIT, Senin (27/7/2026). Menurutnya, kehadiran Bupati Mamasa di lokasi kegiatan menjadi bukti nyata komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, meski harus menempuh perjalanan yang tidak mudah.
Ia mengungkapkan, Desa Kinatang merupakan wilayah pedalaman yang membutuhkan perjuangan untuk dijangkau. Akses menuju lokasi harus melewati medan yang berat, termasuk sejumlah jembatan gantung yang cukup menantang, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung.
“Tempat kegiatan ini sangat jauh dan membutuhkan perjuangan untuk bisa sampai ke sini. Bahkan harus melewati beberapa jembatan gantung yang cukup mengerikan bagi mereka yang baru pertama masuk ke Jemaat Tunas, Desa Kinatang,” ujar Simson.
Menurutnya, kehadiran Welem Sambolangi di tengah masyarakat pedalaman bukanlah hal baru. Selama memimpin Kabupaten Mamasa, ia dikenal aktif mengunjungi desa-desa terpencil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Bukan hanya hadir di sini, Pak Welem juga telah mengunjungi hampir semua desa paling terpencil di Kabupaten Mamasa,” katanya.
Simson juga menilai kepedulian Bupati Mamasa terlihat saat terjadi bencana. Dalam berbagai musibah yang menimpa warga, Welem disebut selalu turun langsung memberikan dukungan moral sekaligus memastikan masyarakat mendapat perhatian.
“Tidak berlebihan jika kita mengatakan Pak Welem adalah sosok pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Di tengah kondisi keuangan daerah yang sangat berat akibat efisiensi anggaran, beliau tetap konsisten hadir dalam setiap kondisi yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Panitia Bonsadaq II PP GPIT, Nelson. Warga Kabupaten Mamuju itu menilai sosok pemimpin yang rela hadir hingga ke pelosok seperti Welem Sambolangi merupakan figur yang patut diapresiasi.
Menurut Nelson, masyarakat Mamasa patut bersyukur memiliki pemimpin yang tetap mengutamakan kedekatan dengan warganya di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Masyarakat Mamasa perlu bersyukur memiliki pemimpin seperti Pak Welem. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, terus berkarya membangun Mamasa, serta tetap memberikan dukungan bagi kemajuan pelayanan gereja,” tuturnya.
Kehadiran Bupati Mamasa dalam pembukaan Bonsadaq II PP GPIT tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kepemudaan gereja, tetapi juga memperlihatkan komitmennya untuk tetap menjalin kedekatan dengan masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil. (NSP)






