Mamuju  

Tanpa Pungli dan Calo, Wakapolda Sulbar Tekankan Integritas Rekrutmen Polri

Penasulbar.com, Mamuju – Wakapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Hari Santoso menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri harus berjalan bersih, transparan dan profesional. Tidak ada lagi ruang bagi praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming janji kelulusan.

Dalam arahannya, Wakapolda menekankan bahwa seleksi masuk Polri memiliki aturan yang sangat jelas dan ketat. Bahkan, pihaknya menegaskan bahwa jabatan sekelas Kapolda maupun Wakapolda pun tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi atau membantu seseorang agar lolos seleksi.

“Kami tegaskan, penerimaan polisi baru tidak ada lagi yang boleh bermain-main. Jangan percaya pada iming-iming janji bisa meluluskan. Kapolda maupun saya sendiri tidak bisa membantu. Seleksi ini murni ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi setiap peserta,” tegasnya, Senin (20/4/26) saat memberikan arahan pada pelaksanaan apel pagi di lapangan Tribrata Mapolda.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi ditentukan langsung oleh Mabes Polri dengan sistem yang terukur. Oleh karena itu, tidak ada satupun oknum yang bisa menjamin kelulusan seseorang tanpa didasari oleh kemampuan yang optimal dari peserta itu sendiri.

“Banyak oknum yang hanya menembak di atas kuda atau untung-untungan. Mereka hanya menjanjikan hal-hal manis yang pada akhirnya justru merugikan masyarakat dan orang tua yang sudah mempercayakan harapannya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Wakapolda mengimbau agar seluruh calon peserta dan orang tua memahami bahwa kelulusan murni berdasarkan hasil kemampuan pribadi.

Pendaftaran Gratis, Waspada Calo
Kepada masyarakat luas, Wakapolda menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi masuk Polri gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Masyarakat diminta untuk waspada dan tidak mempercayai adanya calo atau pihak ketiga yang menawarkan jasa kelulusan.

“Percayakan pada diri sendiri, maksimalkan kemampuan di setiap tahapan tes. Jangan mudah tergiur rayuan oknum yang menjanjikan kelulusan instan,” tambahnya.

Di sisi lain, dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Wakapolda juga memerintahkan peningkatan pengamanan di lingkungan Markas Komando (Mako). Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul banyaknya warga sipil yang masuk ke lingkungan wilayah kerja Polri selama proses penerimaan.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan agar situasi tetap kondusif dan terkontrol,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *