Sekda Mamuju Tengah: Makna Kartini Kini Lebih dari Sekadar Simbol, Tapi Aksi Nyata

Sekda Mamuju Tengah, Litha Febriani.

Mateng,penasulbar.com – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat, khususnya perempuan, untuk memahami kembali esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, menegaskan bahwa makna Kartini saat ini tidak lagi hanya identik dengan penggunaan kebaya atau seremoni semata. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan Kartini harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna Kartini saat ini bukan lagi sekadar memakai kebaya, melainkan meneladani semangat belajar tinggi, kemandirian, dan berani berpendapat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Litha Febriani.

Ia menambahkan, perempuan masa kini memiliki peran strategis dalam berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peran, serta berkontribusi aktif dalam kemajuan daerah.

Menurutnya, semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini harus diterjemahkan dalam bentuk aksi nyata, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, lanjutnya, terus mendorong terciptanya ruang yang inklusif dan setara bagi perempuan agar dapat berkembang dan berdaya saing.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai, dan perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *