Gedung SMPN 1 Tabulahan. Foto:Jefri.
Mamasa,penasulbar.com – Prestasi membanggakan ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Mamasa. Tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah ini masuk dalam daftar 30 besar SMP terbaik dari total 562 SMP se-Sulawesi Barat berdasarkan data pemeringkatan yang disebut menggunakan indikator pendidikan nasional dan penilaian tahun 2026.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMPN 1 Mamasa, SMPN 1 Aralle, dan SMPN 1 Tabulahan. Capaian ini menjadi kabar positif bagi perkembangan pendidikan di Mamasa sekaligus menunjukkan bahwa sekolah di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan memiliki peluang untuk bersaing dan menunjukkan kualitasnya.
Salah satu sekolah yang mencuri perhatian adalah SMPN 1 Tabulahan. Sekolah ini disebut memiliki keunggulan dalam aspek kedisiplinan, yang menjadi salah satu fokus pembinaan sejak Limbong Sua, S.Pd., dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah pada awal 2026.
Limbong mengaku bersyukur atas capaian yang diraih SMPN 1 Tabulahan. Menurutnya, keberhasilan masuk dalam jajaran 30 besar SMP terbaik se-Sulawesi Barat merupakan hasil dari kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Kita tentunya bersyukur karena sekolah kita, SMPN 1 Tabulahan, kini masuk 30 besar sekolah terbaik di Sulbar dengan keunggulan dalam kedisiplinan yang tinggi,” ujar Limbong.
Ia menjelaskan, sejak awal menjabat sebagai kepala sekolah, dirinya berfokus membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diterapkan secara menyeluruh, mulai dari tenaga pendidik hingga peserta didik, agar kedisiplinan menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Bagi Limbong, kedisiplinan bukan sekadar persoalan mematuhi aturan sekolah. Lebih dari itu, kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter siswa, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya prestasi akademik maupun nonakademik.
“Langkah pertama yang kita dorong adalah kedisiplinan. Membangun kualitas sekolah harus dimulai dari kedisiplinan dan pembinaan karakter siswa. Setelah itu, kita dorong prestasi akademik dan nonakademik,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang terbangun antara guru, orang tua siswa, komite sekolah, dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang tertib, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Ke depan, Limbong berharap prestasi yang diraih SMPN 1 Tabulahan dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai upaya pembenahan dan terobosan agar masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa harus menghadapi kesulitan dalam mengakses sekolah yang baik.
“Kalau kita berusaha, pasti bisa, tetapi semuanya butuh proses. Kita harus berani melakukan terobosan demi pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat,” tegasnya.
Masuknya tiga SMP dari Kabupaten Mamasa dalam daftar 30 besar se-Sulawesi Barat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan. Di tengah tantangan geografis dan pemerataan akses pendidikan, budaya disiplin, kolaborasi, serta pembinaan karakter diharapkan dapat menjadi modal penting bagi sekolah-sekolah di Mamasa untuk terus berkembang dan melahirkan generasi yang berprestasi.
(NSP)






