Penanganan siswa yang diduga keracunan MBG di Tabulahan. Foto:duk.pena
Mamasa,penasulbar.com — Sebanyak 14 siswa SMP Negeri 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 28 September 2026.
Para siswa yang mengalami keluhan langsung dibawa ke Puskesmas Tabulahan untuk mendapatkan penanganan medis. Sebelumnya, jumlah siswa yang dilaporkan terdampak sebanyak 12 orang, namun data terbaru dari pihak Puskesmas Tabulahan menyebutkan jumlahnya bertambah menjadi 14 siswa.
Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryanna, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, sebanyak 14 siswa datang dengan keluhan yang serupa setelah mengonsumsi menu MBG.
“Benar, ada 14 siswa SMPN 1 Tabulahan yang terkonfirmasi diduga kuat keracunan MBG,” ujar Iryanna.
Ia menjelaskan, sejumlah siswa sempat menjalani perawatan dan observasi di Puskesmas. Gejala yang dialami antara lain sakit perut, sakit kepala, mual, muntah hingga sesak.
“Kejadiannya setelah mereka mengonsumsi MBG tersebut. Mereka mengeluhkan rasa sakit seperti sakit perut, ada yang sakit kepala, mual, muntah, terus ada yang sampai sesak,” jelasnya.
Pihak Puskesmas Tabulahan masih melakukan penanganan terhadap siswa sekaligus melakukan pendataan terkait kejadian tersebut. Orang tua siswa juga diimbau segera membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan serupa.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Koorwil) MBG Kabupaten Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan, mengatakan pihaknya telah berada di Puskesmas Tabulahan untuk memantau langsung kondisi para siswa.
Syahrul menyebut, dari 14 siswa yang diduga mengalami keracunan, satu orang akan dirujuk ke Kabupaten Mamuju untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Siswa tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Yang dirujuk ini memang ada penyakit bawaan sebelumnya, kejang-kejang. Setelah kami konfirmasikan ke tim medis, dua hari lalu yang bersangkutan sempat memeriksakan diri ke Puskesmas,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, kondisi 13 siswa lainnya telah membaik. Dari total 14 siswa, masih terdapat delapan orang yang berada di Puskesmas, sementara enam lainnya telah diperbolehkan pulang dan rencananya seluruhnya akan dipulangkan secara bertahap.
Atas kejadian tersebut, pihak pengelola MBG Kabupaten Mamasa akan memperketat pengawasan terhadap dapur-dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Terutama pengawasan terhadap bahan baku yang akan digunakan di dapur,” tegas Syahrul.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya keluhan pada para siswa masih dalam proses penelusuran. Pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa serta menelusuri kemungkinan penyebab kejadian tersebut. (NSP)






