Kegiatan diskusi terbuka iven “bulan mamase”.foto:hms
Mamasa,penasulbar.com – Diskusi terbuka antara pemerintah bersama tokoh masyarakat, diaspora Mamasa, dan masyarakat Kabupaten Mamasa berlangsung dinamis di Rumah Jabatan Bupati Mamasa.
Kegiatan yang bertajuk “Dialog Mamase” ini mengangkat tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang diadaptasi dari judul buku pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini, yang diperingati setiap 21 April.
Diskusi ini membahas implementasi pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Mamasa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian “Bulan Mamase” yang bertujuan membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat guna menerima masukan serta kritik demi keberlanjutan pembangunan yang lebih baik.
Pada sesi pertama, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memaparkan capaian pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, serta rencana lanjutan yang tertuang dalam visi dan misi “Mamasa Menuju Mamase”.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, Mamasa membutuhkan partisipasi aktif semua pihak untuk bangkit dari keterpurukan, sejalan dengan tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
“Mamasa hari ini bisa bangkit jika kita bergotong royong. Mamasa bisa pulih jika kita sehati dalam mendukung pembangunan, dan Mamasa akan sejahtera apabila kita bergandengan tangan,” ujarnya.
Forum dialog ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir secara terbuka dan melibatkan masyarakat dalam proses penataan pemerintahan dan pembangunan ke depan. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat menyerap lebih banyak aspirasi sebagai bahan pertimbangan dalam merancang pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Mamasa.(Hms)







