“Balita Josi Wafat, Bupati Mamasa Datangi Rumah Duka”

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, Wakil Bupati Mamasa, H Sudirman, bersama seluruh rombongan tiba di rumah duka almarhum anak Josi di Pepatian, Desa Tampakkurra, Kecamatan Tabulahan. Foto:duk pena. 

Mamasa,penasulbar.com – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Mamasa terhadap warganya kembali terlihat dalam kisah duka seorang balita, Josi (3), asal Dusun Pepatian, Desa Tampak Kurra, Kecamatan Tabulahan, yang berjuang melawan penyakit tuberkulosis (TBC).

Josi menghembuskan napas terakhir pada Jumat (17/4/2026) pukul 09.55 WITA di RSUD Andi Depu setelah menjalani perawatan intensif. Kepergiannya menjadi akhir dari perjuangan panjang melawan penyakit yang telah dideritanya selama hampir dua tahun.

Di balik kisah duka tersebut, perhatian serius ditunjukkan oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. Sejak pertama kali menerima informasi mengenai kondisi Josi, Bupati Mamasa langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan tenaga kesehatan setempat untuk segera memberikan penanganan dan merujuk Josi ke rumah sakit.

Langkah tersebut menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memastikan warganya mendapatkan layanan kesehatan yang layak, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Tak hanya sampai di situ, setelah kabar duka meninggalnya Josi, Bupati Mamasa bersama Wakil Bupati H. Sudirman, Kepala Puskesmas Tabulahan Iryanna, serta rombongan, langsung mendatangi rumah duka pada, Jumat (17/4/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Mamasa itu menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada orang tua Josi.

“Kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan atas cobaan ini,” ucapnya.

Semasa hidupnya, Josi harus lebih banyak terbaring lemah akibat penyakit yang dideritanya. Di usia yang seharusnya dipenuhi keceriaan, ia justru berjuang melawan sakit, didampingi penuh kasih oleh kedua orang tuanya, Krisda Rahayu dan Fikal Agung, di tengah keterbatasan ekonomi.

Kisah Josi sempat mengetuk hati banyak pihak dan mengundang simpati masyarakat. Bantuan serta doa pun mengalir sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan sang balita.

Kepergian Josi kini meninggalkan duka mendalam, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

(Nisan Parrokak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *