Jalan betonisasi antar dusun yang dibangun Pemdes Baruru tahun anggaran 2025. Foto : duk pena.
Mamasa,penasulbar.com — Kepala Desa Baruru, Rusman, memberikan penjelasan terkait penempatan dan pemanfaatan anggaran Dana Desa Baruru periode 2023 hingga Agustus 2026. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa, penanggulangan kemiskinan ekstrem, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta program ketahanan pangan masyarakat.
Rusman menjelaskan, salah satu prioritas penggunaan Dana Desa adalah pembangunan dan pemeliharaan jalan serta infrastruktur penghubung antardusun.
Pada 2023, Dana Desa digunakan untuk kegiatan perintisan jalan antardusun Salu Biru dan Dusun Lambu dengan panjang sekitar 4,5 kilometer.
Selanjutnya pada 2024, pemerintah desa melaksanakan pembangunan dua unit jembatan semi permanen serta pekerjaan betonisasi jalan penghubung Dusun Rantepelita–Dusun Karatuan sepanjang 227 meter.
Kemudian pada 2025, pembangunan infrastruktur dilanjutkan melalui perintisan jalan yang menghubungkan Dusun Karkal–Salu Biru–Lambu–Lambu Timur–Kaitambang, serta pembangunan dua unit plat deker.
Sementara pada 2026, pemerintah desa melanjutkan pekerjaan betonisasi jalan penghubung Dusun Lelatin–Tanete–Baruru dengan panjang sekitar 470 meter.
Selain pembangunan infrastruktur, Dana Desa Baruru juga dialokasikan untuk pos keadaan mendesak selama periode 2023–2026. Anggaran tersebut, kata Rusman, diarahkan dalam rangka penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan.

Penyertaan Modal BUMDes
Dalam rangka mendorong penguatan ekonomi desa, Pemerintah Desa Baruru juga mengalokasikan penyertaan modal kepada BUMDes.
Pada 2024, pemerintah desa mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp50 juta yang dikelola BUMDes untuk kegiatan jual beli barang.
Sedangkan pada 2025, dana ketahanan pangan yang sesuai petunjuk teknis disalurkan melalui BUMDes. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pengadaan sembilan unit mesin dompeng yang dibagikan kepada sembilan dusun.
Sembilan dusun penerima tersebut yakni Dusun Paladan, Karatuan, Baruru, Rantepelita, Tanete, Lelatin, Serpong, Karkal, dan Salu Biru.

Program Ketahanan Pangan
Program ketahanan pangan juga menjadi salah satu fokus penggunaan Dana Desa Baruru.
Pada 2023 dan 2024, pemerintah desa melaksanakan pembagian pupuk kepada setiap kepala keluarga di 13 dusun yang berada dalam wilayah Desa Baruru. Program tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
Kemudian pada 2025, dana ketahanan pangan disalurkan melalui BUMDes dan digunakan untuk pengadaan mesin dompeng bagi sembilan dusun.
Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan pengadaan dan pembagian empat unit dompeng untuk Dusun Lambu, Lambu Timur, Kasi Tambangan, dan Kasi Tambangan Timur.
Dengan demikian, Rusman menyampaikan bahwa saat ini 13 dusun yang berada di wilayah Desa Baruru telah memiliki mesin dompeng yang bersumber dari Dana Desa melalui program ketahanan pangan.
“Demikian penjelasan mengenai penempatan anggaran Dana Desa Baruru dari Mei 2023 sampai Agustus 2026. Kami berharap pemanfaatan anggaran ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan,” ujar Rusman.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah desa siap memberikan dokumentasi kegiatan berupa foto sebagai bentuk pendukung atas pelaksanaan berbagai program tersebut.
Penjelasan ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan Pemerintah Desa Baruru mengenai arah dan pemanfaatan Dana Desa selama periode 2023 hingga Agustus 2026.


(Nsp)






