Bupati Mamasa, Welem Sambolangi saat menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat, Wahida Paheng. Foto: duk. Pena
Mamasa,penasulbar.com – Bupati Mamasa menerima kunjungan kerja Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat, Wahida Paheng, di Rumah Jabatan Bupati Mamasa, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan agenda kerja perdana Wahida Paheng sejak resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan sinergi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mamasa, sekaligus pelaksanaan Program 3B BKKBN yang menyasar penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG), yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Bupati Mamasa menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja BKKBN Sulbar dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat upaya penanganan stunting secara merata dan tepat sasaran di daerahnya.
Meski demikian, ia menilai penanganan stunting masih menghadapi tantangan di lapangan, terutama karena persoalan kemiskinan dan kondisi tempat tinggal masyarakat yang belum sepenuhnya teratasi.
“Saya ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kunjungan dari BKKBN. Namun, perlu diketahui bahwa penanganan stunting saat ini belum sepenuhnya berjalan lurus dengan pengentasan kemiskinan, mengingat masih banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni,” ujar Bupati Mamasa.
Ia juga meminta BKKBN untuk terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program penurunan stunting di Kabupaten Mamasa sebagai bentuk penguatan koordinasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Saya harap BKKBN mengevaluasi apakah program kami sudah berada di jalur yang benar. Jika belum, mohon diarahkan bagian mana yang masih kurang sehingga kami dapat memperbaikinya. Saya juga berharap keterlibatan semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini secara bersama-sama,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahida Paheng, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menekan angka stunting. Ia menyebut Mamasa sebagai daerah dengan capaian penurunan stunting tertinggi di Sulawesi Barat.
“Saya sangat mengapresiasi Kabupaten Mamasa yang menjadi wilayah dengan penurunan angka stunting tertinggi di Sulawesi Barat. Semoga kita bisa terus berkolaborasi untuk menyukseskan program ini,” kata Wahida.
Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dan BKKBN dalam mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan bebas stunting melalui integrasi program yang berkelanjutan serta dukungan lintas sektor. (Hr-nsp)






