Dosen Universitas Jakarta Dukung Rapat Akbar Pembentukan Kabupaten P.U.S

Dosen Universitas Jakarta, Marselinus. Foto : duk. Pena

Jakarta – Dukungan terhadap upaya pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu (PUS) terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk akademisi. Salah satunya datang dari Marselinus, dosen Universitas Jakarta, yang menyatakan dukungan penuh terhadap Rapat Akbar dan Deklarasi Pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu yang akan digelar pada 7 Juli 2026 di Lantang Kada Nene, Mambi.

Menurut Marselinus, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi masyarakat dalam memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Pitu Ulunna Salu sebagai daerah otonom baru di Sulawesi Barat.

“Pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, saya mendukung penuh Deklarasi dan Rapat Akbar Pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu sebagai bagian dari upaya menyatukan langkah seluruh elemen masyarakat,” ujar Marselinus, Senin (6/7/2026).

Ia menilai pembentukan Kabupaten PUS merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat kepada masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan Pitu Ulunna Salu. Menurutnya, aspirasi tersebut merupakan cita-cita bersama yang harus diperjuangkan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain mendukung rapat akbar, Marselinus juga menyatakan dukungan terhadap pembentukan Komite Percepatan Pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu. Menurutnya, komite tersebut dapat menjadi wadah konsolidasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pemuda, hingga diaspora Pitu Ulunna Salu.

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Jakarta itu menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi melalui penyusunan dan penguatan kajian akademis yang dibutuhkan dalam proses percepatan pembentukan Kabupaten PUS. Menurutnya, kajian ilmiah menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat argumentasi mengenai kelayakan pembentukan daerah otonomi baru, baik dari aspek administrasi pemerintahan, sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik.

Tak hanya itu, Marselinus juga siap membantu membangun jejaring di Jakarta dengan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan proses pembentukan daerah otonom baru. Ia menilai kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya tokoh nasional dan daerah, menjadi faktor penting dalam memperkuat perjuangan tersebut.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Pitu Ulunna Salu, baik yang berada di kampung halaman maupun yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, untuk mengedepankan semangat persatuan.

“Saya mengapresiasi undangan panitia kepada kami, kader PUS di Jakarta. Perjuangan ini membutuhkan kebersamaan. Mari saling merangkul, saling menghargai, mengesampingkan perbedaan, dan bergandengan tangan demi masa depan Pitu Ulunna Salu yang lebih maju. Ketika seluruh elemen masyarakat bersatu, perjuangan ini akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Gerakan Generasi Muda Pitu Ulunna Salu (GEMA P.U.S) Makassar itu berharap seluruh elemen masyarakat mengesampingkan kepentingan pribadi demi terwujudnya Kabupaten Pitu Ulunna Salu. Ia juga mengingatkan panitia dan komite yang akan terbentuk agar merangkul seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa-desa tanpa terkecuali.

Marselinus menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu tidak boleh dimaknai sebagai bentuk penolakan terhadap Kabupaten Mamasa sebagai daerah induk. Selama Kabupaten PUS belum terbentuk, masyarakat tetap wajib menghormati dan mematuhi kebijakan Pemerintah Kabupaten Mamasa.

Menurutnya, pemekaran daerah merupakan strategi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk memecah hubungan persaudaraan.

“Semangat pemekaran bukan untuk memisahkan diri karena ketidakharmonisan dengan Kabupaten Mamasa. Justru ini adalah upaya mempercepat pembangunan, memperluas akses pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengurangi rasa persaudaraan sebagai bagian dari keluarga besar Pitu Ulunna Salu Kondo Sapata Uai Sapalelan. Sama seperti Kabupaten Tanah Toraja dan Toraja Utara yang terpisah secara administratif, tetapi tetap satu dalam bingkai adat, budaya, dan kebersamaan Toraja,” tegasnya.

Ia berharap Rapat Akbar Pembentukan Kabupaten Pitu Ulunna Salu menjadi momentum konsolidasi seluruh komponen masyarakat untuk menyatukan visi dan langkah perjuangan. Marselinus optimistis, dengan dukungan masyarakat, tokoh daerah, akademisi, mahasiswa, pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan, cita-cita menghadirkan Kabupaten Pitu Ulunna Salu sebagai daerah otonom baru di Sulawesi Barat akan semakin dekat untuk diwujudkan. (Nsp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *