Rumah Kakek Daud di Tampakkurra Ludes Terbakar, Pasangan Lansia Ini Kini Menanti Uluran Tangan

Suasana saat rumah Kakek Daud dilahap api. Foto:duk pena

Mamasa,penasulbar.com – Tangis haru menyelimuti Desa Tampak Kurra, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sabtu pagi. Rumah sederhana milik Kakek Daud (81) dan istrinya, Debora (75), hangus dilalap si jago merah sekitar pukul 10.00 WITA. Dalam hitungan menit, seluruh harta benda yang mereka kumpulkan selama puluhan tahun lenyap tanpa tersisa.

Peristiwa memilukan itu bermula saat Debora hendak memasak nasi untuk santapan mereka. Seperti biasa, ia menyalakan api di tungku dapur dan menunggu air mendidih. Karena kondisi di dalam rumah kurang terang, Debora keluar untuk membersihkan beras di samping rumah.

Namun, tak lama kemudian, ia dikejutkan oleh kobaran api yang muncul dari dalam rumah. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.

Kepala Desa Tampak Kurra, Elian Riki, menjelaskan bahwa warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun derasnya kobaran api membuat rumah tersebut tidak dapat diselamatkan.

“Kejadiannya bermula saat Ibu Debora memasak nasi. Saat menunggu air mendidih, beliau keluar membersihkan beras. Tiba-tiba api muncul dan membesar dari bagian dapur. Dalam waktu singkat seluruh rumah beserta perabotan habis terbakar,” ujar Elian Riki.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, Kakek Daud dan istrinya kini kehilangan tempat tinggal serta seluruh perabot rumah tangga mereka. Tak satu pun barang yang berhasil diselamatkan dari amukan api.

Di usia senja yang seharusnya dijalani dengan tenang, pasangan lansia ini kini harus menghadapi kenyataan pahit. Mereka hanya bisa menyaksikan rumah yang menjadi tempat berteduh selama bertahun-tahun berubah menjadi tumpukan abu.

Pemerintah desa dan masyarakat setempat berharap adanya perhatian serta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun para dermawan untuk membantu meringankan beban Kakek Daud dan Ibu Debora.

“Semoga ada uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat. Mereka sangat membutuhkan bantuan karena seluruh harta bendanya telah habis terbakar,” harap Elian.

Kini, di tengah keterbatasan dan usia yang tak lagi muda, Kakek Daud dan istrinya hanya berharap ada kepedulian yang dapat membantu mereka bangkit kembali setelah musibah yang menghanguskan seluruh tempat tinggal dan kenangan hidup mereka. (Nisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *