Sawit Jadi Harapan Baru Warga Burana, Kades Targetkan Desa Jadi Pusat Produksi Terbesar di Mamasa

Foto ilustrasi

Mamasa,penasulbar.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Burana, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu sektor unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Burana, Eldi Kurniawan, saat ditemui di kediamannya, Jumat (5/6/2026).

Eldi mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar masyarakat Desa Burana mulai beralih mengembangkan komoditas kelapa sawit.

Menurutnya, tingginya minat warga dipengaruhi oleh prospek industri sawit yang dinilai menjanjikan serta pola perawatan yang relatif lebih mudah dibandingkan komoditas perkebunan lainnya.

“Sejak beberapa tahun lalu, masyarakat Burana sudah banyak yang beralih ke perkebunan sawit karena melihat prospek harga yang menjanjikan dan pola pengelolaannya yang lebih mudah dibandingkan tanaman perkebunan lainnya,” ujar Eldi.

Melihat tingginya minat masyarakat, Pemerintah Desa Burana terus melakukan berbagai terobosan untuk menjadikan desa tersebut sebagai salah satu sentra produksi kelapa sawit di Kabupaten Mamasa.

Ia menjelaskan, Desa Burana memiliki potensi lahan yang sangat besar untuk pengembangan perkebunan sawit, yakni lebih dari 300 hektare. Dari total potensi tersebut, sekitar 15 hektare telah ditanami dan sebagian di antaranya sudah mulai berproduksi.

“Lebih dari 300 hektare lahan di Burana sangat cocok untuk pengembangan perkebunan sawit. Saat ini sekitar 15 hektare sudah tergarap dan petani mulai menikmati hasilnya. Karena itu, kami terus mendorong perluasan perkebunan sawit di Burana,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan komoditas tersebut, Pemdes Burana pada tahun 2024 telah menganggarkan program pengadaan bibit kelapa sawit bagi 102 kepala keluarga (KK). Masing-masing penerima mendapatkan bantuan bibit untuk lahan seluas satu hektare.

“Sebagai komitmen kami dalam mendorong pengembangan sawit di Burana, pada tahun 2024 kami telah memprogramkan pengadaan bibit sawit untuk 102 KK dengan luas lahan masing-masing satu hektare. Jika berjalan sesuai rencana, maka pada tahun 2028 tanaman tersebut sudah mulai berproduksi,” jelasnya.

Menurut Eldi, tingkat kesuburan tanah di Desa Burana menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan budidaya kelapa sawit. Hal itu telah dibuktikan oleh sejumlah petani yang lebih dahulu menanam sawit dan kini telah menikmati hasil panen.

“Lahan di Burana sangat cocok untuk sawit. Masyarakat sudah membuktikannya. Saat ini sekitar 10 hektare kebun sawit milik warga sudah berproduksi dan mereka mulai merasakan manfaat ekonominya. Sawit benar-benar berpotensi mengubah taraf hidup masyarakat,” tutup Eldi.

Dengan potensi lahan yang luas, dukungan pemerintah desa, serta antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Desa Burana optimistis dapat berkembang menjadi salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Kabupaten Mamasa dalam beberapa tahun mendatang. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *