Kondisi terkini perawatan para siswa yang diduga keracunan mbg di Kecamatan Tabulahan. Foto: duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com — Jumlah siswa yang ditangani Puskesmas Tabulahan terkait dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 20 orang. Data tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryanna, saat dikonfirmasi pada Selasa (29/9/2026).
Iryanna mengatakan, hingga Selasa pagi pukul 07.05 WITA, total 20 siswa telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tabulahan.
Dari jumlah tersebut, 9 siswa masih menjalani perawatan, 1 siswa dalam observasi, 9 siswa telah diperbolehkan pulang, dan 1 siswa dirujuk ke rumah sakit di Mamuju untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Ada penambahan dari data kemarin sore yang sebanyak 17 siswa. Masuk tadi malam hingga tadi pagi tiga orang, jadi total yang sudah ditangani 20 orang,” kata Iryanna.
Menurutnya, siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari beberapa satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Tabulahan. Rinciannya, 14 siswa SMPN 1 Tabulahan, 4 siswa SMKN 1 Tabulahan, 1 siswa SMPN 6 Tabulahan, dan 1 siswa SD 07 Pepatian, Desa Tampak Kurra.
“Sudah kami tangani 20 siswa, perempuan 16 orang dan laki-laki 4 orang. Mereka berasal dari empat satuan pendidikan, yakni SMPN 1 Tabulahan, SMKN 1 Tabulahan, SMPN 6 Tabulahan, dan SD 07 Pepatian,” ujar Iryanna.
Iryanna menjelaskan, para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya sakit perut, sakit kepala, mual, muntah, hingga sesak.
“Kejadiannya setelah mereka mengonsumsi MBG tersebut. Mereka mengeluhkan rasa sakit seperti sakit perut, ada yang sakit kepala, mual, muntah, terus ada yang sampai sesak,” jelasnya.
Hingga saat ini, para siswa yang mendapatkan penanganan masih dalam pemantauan tenaga medis. Dugaan keterkaitan antara keluhan kesehatan dengan konsumsi MBG masih memerlukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait. (NSP)






