Proses pembangunan jalan nasional poros Mamasa-Toraja sedang berlangsung. Foto:duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com – Pembangunan Jalan Nasional poros Mamasa–Toraja terus dikebut oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat. Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2027 melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sulawesi Barat, Aries Yunus, ST., mengatakan, saat ini pengerjaan difokuskan pada sisa ruas jalan yang masih mengalami kerusakan sepanjang sekitar 12 kilometer.
“Ruas Mamasa–Toraja ditargetkan tuntas pada Desember 2027. Pengerjaan sepanjang 12 kilometer telah dimulai sejak Desember 2025 dengan kontrak multiyears hingga 2027,” kata Aries saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Untuk mendukung kelancaran proses pembangunan, pihak pelaksana menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas dari arah Mamasa menuju Toraja maupun sebaliknya.
Menurut Aries, sistem buka tutup diberlakukan setiap hari kerja pada pukul 12.00 WITA dan 15.00 WITA. Sementara aktivitas pekerjaan dimulai pukul 07.30 WITA hingga 17.00 WITA.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran proses pembangunan,” ujarnya.
Aries mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi dalam pengerjaan proyek tersebut adalah faktor cuaca, khususnya saat intensitas hujan tinggi.
“Kendala utama kami adalah cuaca. Ketika curah hujan tinggi, distribusi material ke lokasi pekerjaan menjadi terhambat,” jelasnya.
Pembangunan jalan nasional Mamasa–Toraja diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di kawasan pegunungan tersebut.
(Nisan)






