Sengketa Lahan Jadi Sorotan, Pemda Pasangkayu Dorong Penyelesaian Damai Bersama PT Letawa

Penasulbar.com, Pasangkayu – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu terus mendorong agar setiap persoalan yang berkembang antara masyarakat dan pihak perusahaan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah adanya aspirasi masyarakat terkait status dan penyelesaian sejumlah lahan, termasuk persoalan lahan inklave di sekitar wilayah perkebunan PT. Letawa.

Mahmud, selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, mengatakan bahwa pemerintah daerah memandang komunikasi sebagai langkah penting dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang terjadi.

“Setiap pihak tentu memiliki pandangan dan dasar masing-masing. Karena itu, persoalan seperti ini harus dibicarakan secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai. Pemerintah daerah siap menjalankan peran sesuai kewenangannya untuk menjaga komunikasi tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat maupun pihak perusahaan perlu memberikan ruang terhadap proses penyelesaian yang sedang berjalan dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kita tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik di lapangan. Semua pihak harus menahan diri dan mengutamakan cara-cara yang baik. Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara itu, Agus Setiawan dari PT. Letawa menyampaikan bahwa pihak perusahaan berharap hubungan baik dengan masyarakat tetap terjaga meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait persoalan lahan.

“Kami memahami adanya aspirasi yang berkembang di masyarakat. Prinsip kami adalah setiap persoalan dapat disampaikan dan dibahas melalui komunikasi yang baik. Kami berharap situasi tetap aman sehingga seluruh pihak dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang,” ujarnya.

Agus juga mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Apabila ada informasi atau persoalan yang berkembang, sebaiknya diklarifikasi melalui pihak yang berwenang dan tidak langsung disikapi dengan tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Arsyad, turut mengajak warga agar tetap menjaga ketenangan dan tidak terpancing oleh berbagai informasi yang dapat memicu perselisihan.

“Persoalan lahan memang harus diselesaikan, tetapi jangan sampai karena perbedaan tersebut kita justru saling berhadapan. Semua pihak harus menahan diri dan memberikan kesempatan kepada pemerintah serta pihak terkait untuk mencari jalan penyelesaian,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Pasangkayu memiliki kepentingan bersama untuk menjaga daerah tetap aman dan damai.

“Jangan sampai persoalan yang masih bisa dibicarakan berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat. Kita harus sama-sama menjaga Pasangkayu agar tetap kondusif,” tutupnya.

Berbagai pihak berharap komunikasi antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, PT. Letawa, dan instansi terkait dapat terus berjalan sehingga persoalan yang berkembang, termasuk aspirasi mengenai lahan inklave, dapat ditangani melalui mekanisme yang berlaku.

Dengan sikap saling menahan diri dan mengedepankan dialog, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pasangkayu diharapkan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *