Kepala Desa Baruru, Rusman, sedang mengairi sawah dengan menggunakan mesin pompa air bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Foto:duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com – Harapan puluhan petani di Desa Baruru, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, untuk menyelamatkan tanaman padi mereka dari ancaman gagal panen mulai terbuka. Kekeringan yang melanda areal persawahan akibat musim kemarau berkepanjangan kini mendapat penanganan melalui bantuan pompa air dari Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pertanian.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan masyarakat Desa Baruru yang kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah yang telah ditanami.
Kepala Desa Baruru, Rusman, mengatakan sedikitnya 7 hektare sawah milik warga yang telah ditanami terancam gagal panen apabila tidak segera mendapatkan pasokan air.
Menurutnya, kondisi tanaman padi sebelumnya mulai menguning akibat kekurangan air. Karena itu, bantuan pompa air dinilai sangat berarti bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil pertanian.
“Kami sampaikan terima kasih kepada Bupati Mamasa atas bantuan yang diberikan,” ucap Rusman, Jumat (15/8/2026).
Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Sukadamai, Desa Baruru Theselman. Ia mengapresiasi perhatian Bupati Mamasa dan Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa terhadap kondisi petani di Desa Baruru.
Theselman menjelaskan, bantuan pompa air tersebut telah memberikan harapan baru bagi puluhan petani yang sebelumnya nyaris pasrah menghadapi ancaman gagal panen.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Mamasa yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Kami sudah pasrah dengan kondisi yang terjadi karena padi yang sudah kami tanam beberapa bulan lalu sudah menguning dan hampir mati,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekitar 7 hektare sawah milik kelompok tani mereka berada dalam kondisi kritis akibat kekeringan. Dengan adanya pompa air, petani kini dapat kembali mengairi sawah dan berupaya menyelamatkan tanaman padi hingga masa panen.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Puluhan petani bisa kembali memiliki harapan untuk menyelamatkan tanaman padi kami,” tuturnya. (Nsp)






