Pemkab Mamuju Tengah Gelar Salat Istighosah, Mohon Hujan di Tengah Kekeringan

Mamuju,penasulbar.com— Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar salat istighosah di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Salat istighosah tersebut dihadiri Bupati Mamuju Tengah Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si., Wakil Bupati Mamuju Tengah, Kapolres Mamuju Tengah, para asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras mengatakan, pelaksanaan salat istighosah tidak semata-mata ditujukan untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merendahkan diri, memperbanyak istighfar, dan melakukan introspeksi di hadapan Allah SWT.

“Pada pagi yang penuh harap ini, kita berkumpul bukan karena sebuah perayaan. Kita berkumpul bukan pula untuk menunjukkan kekuatan kita sebagai manusia. Kita hadir dengan hati yang tunduk, dengan kepala yang tertunduk, dengan kedua tangan yang diangkat, mengakui bahwa sesungguhnya kita adalah hamba yang lemah di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” ujar Arsal.

Ia menyebut, dalam beberapa waktu terakhir masyarakat Mamuju Tengah merasakan betapa pentingnya tetesan rahmat dari langit. Sawah mulai mengering, kebun membutuhkan air, sementara debit sungai mulai menyusut. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

“Namun sesungguhnya, kekeringan yang kita takutkan bukan hanya kekeringan tanah, tetapi juga kekeringan hati dan mengingat Allah SWT,” katanya.

Menurut Arsal, kondisi kekeringan harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, memperkuat ukhuwah, memperbanyak sedekah, menjauhi kezaliman, serta kembali kepada jalan yang diridai Allah SWT.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah dan mengevaluasi diri.

“Mungkin selama ini ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, mungkin ada amanah yang belum kita jaga dengan baik, mungkin ada lisan yang pernah menyakiti, tangan yang pernah berbuat salah, atau hati yang terlalu jauh dari mengingat Allah SWT,” tuturnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan doa tanpa membedakan jabatan, kedudukan maupun status sosial.

“Tidak ada perbedaan jabatan, kedudukan maupun status sosial di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah ketakwaan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Arsal Aras mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT agar kondisi kekeringan yang sedang dihadapi segera berakhir.

“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengangkat segala musibah yang sedang kita hadapi, serta membawa keberkahan, bukan bencana. Semoga hujan yang turun menjadi hujan yang menyuburkan sawah,” harapnya.

Ia juga mendoakan agar para petani diberikan hasil panen yang melimpah, para nelayan diberikan keselamatan, para pedagang diberikan keberkahan rezeki, serta anak-anak Mamuju Tengah diberikan masa depan yang cerah. (Nsp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *