Kekeringan Melanda Mamasa, 23,5 Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Kondisi persawahan yang kekeringan di Kabupaten Mamasa. Foto. Itw

Mamasa,penasulbar.com – Bencana kekeringan mulai berdampak terhadap sektor pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, total luas lahan yang terdampak mencapai 23,5 hektare.

Data BPBD Mamasa mencatat, dampak kekeringan tersebar di sejumlah dusun dan desa pada beberapa kecamatan.

Kondisi tersebut dilaporkan terjadi sejak 4 September hingga 7 September 2026.

 

Adapun wilayah yang terdampak yakni:

1. Dusun Barra Barra, Desa Bobonglambe, Kecamatan Mamasa, dengan luas terdampak 2 hektare.

2. Dusun Barra Barra, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, seluas 2 hektare.

3. Dusun Kopian, Desa Kariangao, Kecamatan Tawalian, seluas 5 hektare.

4. Dusun Palambasan, Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian, seluas 1 hektare.

6. Dusun Saluduirian, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, seluas 7 hektare.

7. Dusun Kanan, Desa Tamalantik, Kecamatan Tandukkalua, seluas 5 hektare.

8. Dusun Pamumbun, Desa Bubun Batu, Kecamatan Mamasa, seluas 1,5 hektare.

Dalam rekap tersebut, lahan yang terdampak tercatat pada sektor pertanian, dengan kondisi gagal panen dan gagal tanam.

Sementara itu, tidak terdapat keterangan luasan terdampak pada sektor perkebunan dalam tabel yang dipublikasikan BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredi, mengatakan bahwa kekeringan dapat memberikan dampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga sumber daya air serta lahan pertanian, guna menghadapi kondisi kekeringan.

“Kekeringan dapat berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan. Mari jaga sumber daya air dan lahan pertanian kita,” ungkap Alfredi, Senin (7/9/2026).

Dengan luas terdampak yang mencapai 23,5 hektare, kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi hasil pertanian dan aktivitas petani di sejumlah wilayah Kabupaten Mamasa. (NSP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *