Kasus TBC di Mamasa Meningkat, Pemda Diminta Perkuat Penanganan

Gambar ilustrasi

Mamasa,Penasulbar.com — Jumlah warga Kabupaten Mamasa yang terkonfirmasi menderita penyakit Tuberkulosis (TBC) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun penasulbar.com jumlah penderita TBC saat ini telah mencapai lebih dari 40 orang dan diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan upaya penemuan kasus yang terus dilakukan oleh setiap Puskesmas.

Tingginya angka penderita serta dinilai masih lambannya penanganan penyakit menular ini menuai kritik dari aktivis perempuan sekaligus Ketua Gerakan Generasi Muda Pitu Ulunna Salu (GEMA P.U.S) Makassar, Putry.

Putry mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, khususnya Dinas Kesehatan, agar lebih proaktif turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi serta melakukan skrining guna menekan laju penularan TBC.

Ia menegaskan bahwa petugas kesehatan di setiap Puskesmas tidak seharusnya hanya menunggu laporan dari masyarakat, melainkan aktif melakukan penelusuran kasus di lapangan.

“Kami minta Dinkes Mamasa bergerak cepat dan tidak menunggu jumlah penderita semakin bertambah. Petugas kesehatan harus turun langsung ke masyarakat, melakukan sosialisasi serta skrining terhadap warga yang diduga terpapar TBC,” tegas Putry, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Mince Agustinus, menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan dalam penanganan penyebaran TBC di wilayah tersebut.

Menurutnya, salah satu langkah yang terus dilakukan adalah monitoring ke seluruh Puskesmas guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Dalam setiap kunjungan, kami selalu mendorong pihak Puskesmas untuk aktif turun ke lapangan, mengedukasi masyarakat, serta melakukan skrining terhadap warga yang diduga mengidap TBC,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dengan mengikuti arahan petugas kesehatan agar penanganan TBC dapat berjalan maksimal,” tambahnya.

Sebagai informasi, Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala umum TBC meliputi batuk berdahak lebih dari tiga minggu (kadang disertai darah), demam, keringat malam tanpa sebab, penurunan berat badan, serta sesak napas. Meski demikian, TBC dapat disembuhkan melalui pengobatan rutin dan teratur.

(Nisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *