Bupati Mamasa, Welem Sambolangi sedang meninjau kondisi siswa yang diduga keracunan MBG di Puskesmas Tabulahan. Foto:duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meninjau langsung kondisi sejumlah siswa SMPN 1 Tabulahan yang menjalani perawatan di Puskesmas Tabulahan, Kecamatan Tabulahan, Senin (28/9/2026).
Para siswa tersebut diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Welem mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis secara optimal. Selain itu, peninjauan juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi anak-anak dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang baik. Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak,” ujar Welem.
Sebelumnya, sebanyak 14 siswa SMPN 1 Tabulahan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG.
Berdasarkan informasi dari pihak Puskesmas Tabulahan, sejumlah siswa masih menjalani perawatan. Tujuh siswa di antaranya mendapatkan penanganan dengan pemberian infus, sementara tiga siswa lainnya masih dalam tahap observasi. Dua siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Keluhan kesehatan tersebut mulai dirasakan tidak lama setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang dibagikan saat jam makan siang.
Gejala yang dilaporkan antara lain sakit perut, sakit kepala, mual, muntah hingga sesak.
Bupati Mamasa menegaskan, kejadian tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mamasa tetap memperhatikan standar keamanan dan kualitas makanan.
“Kita tentu akan mengevaluasi kejadian ini. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menimbulkan persoalan bagi anak-anak kita. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih dalam penelusuran oleh pihak terkait. Pemerintah daerah bersama pihak kesehatan juga terus memantau kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan. (NSP)






