Penasulbar.com, Mamuju – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Kelapa Sawit.
Bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, BPDP menggandeng PT Citra Widya Education (CWE) sebagai mitra pelaksana serta PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) dan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) menggelar pelatihan intensif bagi 133 petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari, 6 hingga 12 September 2026 itu, terbagi dalam dua kategori yakni teknis budidaya kelapa sawit yang diikuti 98 peserta dalam tiga kelas, serta teknis panen dan pascapanen yang diikuti 35 peserta dalam satu kelas.
Direktur Utama PT CWE, Ir. Stefanus Nugroho Kristono mengatakan program yang dibiayai BPDP ini dirancang untuk menjawab persoalan teknis yang masih dihadapi petani di lapangan.
“Program ini diselenggarakan karena masih banyaknya persoalan dan kendala teknis terkait budidaya, panen, dan pascapanen. Kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas serta menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih berkualitas,” ujar Stefanus saat membuka pelatihan secara virtual.
Melalui pemaparan kelas dan praktik lapangan yang didampingi PT MUL, petani dibekali pengetahuan untuk menekan angka kehilangan hasil (losses) saat panen dan menjaga kualitas TBS hingga ke pabrik, sebagai kunci praktik perkebunan berkelanjutan.
Langkah BPDP ini dinilai strategis mengingat kelapa sawit merupakan penopang utama perekonomian Sulbar. Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada 2025 tercatat 5,36 persen, dengan sektor pertanian menyumbang lebih dari 47 persen, di mana perkebunan berkontribusi sekitar 30 persen di dalamnya.
Saat ini luas lahan sawit di Sulbar mencapai 146.000 hektare dengan produksi sekitar 241.000 ton per tahun. Di tengah angka kemiskinan yang masih 10,18 persen, peningkatan kapasitas SDM petani menjadi kunci.
Mewakili Gubernur Sulbar, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana mengapresiasi dukungan pendanaan dari BPDP tersebut.
“Semakin kita memiliki keterampilan teknis dan pengetahuan yang cukup, maka akan berdampak pada produksi kita, termasuk kualitas komoditas yang kita pasarkan, sehingga nilai pasarnya bisa lebih tinggi,” ungkap Junda Maulana.
Senada, perwakilan Bupati Mamuju, Andi Iwan Sumantri menegaskan keberhasilan sektor sawit di Mamuju sangat bergantung pada kualitas petani sebagai ujung tombak di lapangan.
“Pemkab Mamuju memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT CWE selaku penyelenggara yang bekerja sama dengan BPDP serta didukung Ditjenbun. Kolaborasi ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi,” ujarnya.
Ia berpesan agar 133 peserta memanfaatkan waktu pelatihan secara maksimal untuk menyerap teori, praktik, dan aktif berdiskusi dengan narasumber agar ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing.






