BPBD Sulbar dan Mamuju Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau Panjang

Mamuju,penasulbar.com — Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menerima kunjungan rombongan BPBD Kabupaten Mamuju Tengah di Ruang Pusdalops BPBD Sulbar, Kamis (27/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah penanganan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.

Kunjungan BPBD Mamuju Tengah menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering, khususnya kekeringan serta dampaknya terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat.

Muhammad Yasir Fattah menyampaikan, menghadapi musim kemarau panjang diperlukan koordinasi yang kuat, kesiapsiagaan, serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan akibat kondisi kekeringan.

“BPBD Sulbar terus mendorong pemerintah kabupaten untuk memperkuat pemantauan kondisi wilayah serta mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap potensi dampak musim kemarau panjang,” ujar Yasir Fattah.

Ia menambahkan, pemerintah harus memastikan kesiapan dalam merespons setiap perkembangan kondisi di lapangan, terutama wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan ketersediaan air.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, kita harus memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang,” kata Yasir Fattah.

Yasir Fattah menegaskan, koordinasi antara BPBD Provinsi Sulawesi Barat dan BPBD Kabupaten Mamuju Tengah harus terus diperkuat. Hal tersebut penting agar setiap potensi dampak bencana dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Melalui penguatan koordinasi tersebut, BPBD Sulbar bersama pemerintah kabupaten diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi kemarau panjang mulai berdampak terhadap masyarakat. (Nsp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *