Penasulbar.com, Mamuju – Pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Terkadang, perubahan justru hadir dari sebuah rumah yang mulai diperbaiki atau jalan desa yang perlahan diperkeras. Bagi masyarakat, hal-hal sederhana seperti itu bisa membawa arti besar bagi kehidupan sehari-hari.
Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1418/Mamuju. Melalui sejumlah sasaran pembangunan fisik, TNI bersama masyarakat berupaya menghadirkan perubahan nyata di wilayah pedesaan.
Di salah satu lokasi sasaran, personel Satgas TMMD bersama warga tampak bekerja bahu-membahu mengerjakan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RLTH). Rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini mulai menunjukkan perubahan.
Pengerjaan RLTH pada sasaran 3 tersebut telah mencapai 20 persen. Sejumlah pekerjaan mulai terlihat, mulai dari pemasangan dinding, pengerjaan kerangka bangunan, hingga penataan area sekitar rumah.
Meski baru memasuki tahap awal, setiap proses pengerjaan menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi penerima manfaat.
Tidak ada sekat antara personel TNI dan warga. Mereka bekerja bersama, saling membantu, dan bergotong royong agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur jalan. Salah satunya pengerjaan rabat beton di Desa Pamulukang, Kabupaten Mamuju.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Terlebih bagi masyarakat yang mengandalkan akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi berbagai kebutuhan.
Komandan Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Arm Andang Radianto, mengatakan bahwa pembangunan dalam program TMMD tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, rumah yang layak dan akses jalan yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup warga.
“Kami mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh personel Satgas bersama masyarakat. Dengan sinergi yang kuat ini, kami optimistis pengerjaan RLTH dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi penerima,” ujarnya.
Terkait pembangunan rabat beton, Dandim juga berharap keberadaan jalan tersebut nantinya mampu memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian.
“Infrastruktur jalan yang memadai adalah kunci percepatan ekonomi warga. Kami berharap jalur rabat beton ini memperlancar lalu lintas hasil pertanian dan mobilitas harian masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.
Bagi Satgas TMMD, setiap pekerjaan memiliki arti tersendiri. Pembangunan rumah menjadi upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, sementara pembangunan jalan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat.
Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting dari seluruh proses tersebut, yakni tumbuhnya kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Melalui TMMD ke-130, Kodim 1418/Mamuju ingin menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang seberapa banyak bangunan yang berdiri atau seberapa panjang jalan yang berhasil dikerjakan.
Lebih dari itu, pembangunan juga tentang bagaimana kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, di balik setiap rumah yang diperbaiki dan jalan yang dibangun, ada harapan masyarakat yang ingin diwujudkan. Dan dari semangat gotong royong itulah, harapan tersebut perlahan mulai dibangun.






