Penasulbar.com, Mamuju – Tomakaka Group menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Minggu 18 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi keluarga besar, civitas akademika Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju, serta jajaran unit usaha yang berada di bawah naungan Tomakaka Group.
Ketua Yayasan Tanratupattanabali, Muhammad Ybnu Taufan mengatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan bagian dari agenda rutin yang bertujuan memperkuat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan di lingkungan Tomakaka Group.
Tomakaka Group bergerak di dua bidang utama, yakni sosial kemasyarakatan dan pendidikan, serta bisnis. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai unsur yang selama ini beraktivitas dalam lingkup organisasi.
“Maulid ini merupakan rangkaian kegiatan rutin untuk membangun silaturahmi antarkeluarga dan civitas. Kami menghadirkan teman-teman dari civitas Universitas Tomakaka, termasuk dari beberapa kampus cabang, serta rekan-rekan dari berbagai unit usaha,” ujar Muhammad Ybnu.
Selain melibatkan unsur pendidikan dan bisnis, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahmi keluarga besar dari berbagai daerah. Di antaranya keluarga dari Kabupaten Barru, keluarga Pababari di Mamuju, serta keluarga dan kerabat dari sejumlah wilayah, termasuk yang tergabung dalam organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Soppeng.
Ybnu Taufan menjelaskan, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari besar Islam, tetapi juga sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus kesempatan untuk mempertemukan keluarga dan kerabat yang jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan, khususnya antara keluarga besar yang berada di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar).
Ybnu Taufan menegaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengandung dua pesan penting. Pertama, momentum untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak serta keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, Maulid Nabi menjadi sarana memperkuat silaturahmi sebagai bagian dari nilai-nilai ajaran Islam. Menurutnya, kegiatan bersama seperti ini memiliki arti penting karena memberikan kesempatan bagi keluarga besar dan civitas akademika untuk bertemu, berinteraksi, dan mempererat hubungan.
“Pesan Maulid ini ada dua. Dari sisi agama, bagaimana kita mengingat dan meneladani suri teladan kita, Nabi Muhammad SAW. Kemudian dari sisi syariat, bagaimana kita mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, tanpa adanya momentum pertemuan seperti ini, keluarga besar maupun civitas akademika Universitas Tomakaka akan lebih sulit meluangkan waktu untuk berkumpul di tengah aktivitas masing-masing.






