Penasulbar.com, Mamuju – Akibat mengantuk saat berkendara, sebuah mobil Toyota Avanza Veloz dengan nomor polisi DC 1102 AW mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Poros Trans Sulawesi, Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Insiden yang terjadi pada Kamis pagi, 15 Oktober 2026 sekitar pukul 10.30 Wita ini, langsung mendapat penanganan cepat dari Polantas Polda Sulbar.
IPTU Pasha Aditya N (Kanit I Silaka Ditlantas Polda Sulbar) yang memimpin evakuasi itu menjelaskan Kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan oleh Supriadi (41), seorang petani asal Dusun Tallang Gading, Desa Kalepu, Kecamatan Tommo, bergerak dari arah selatan menuju utara.
Ketika melintasi lokasi kejadian yang memiliki karakteristik jalan menikung dan menanjak, Supriadi diduga kuat sedang mengantuk. Akibatnya, ia kehilangan kendali atas kendaraannya. Mobil tersebut oleng, menabrak pembatas jalan, hingga terjatuh ke area lereng.
Beruntung, laju kendaraan tertahan oleh pepohonan yang berada di dasar lereng sehingga tidak jatuh lebih dalam. Sementara petugas yang mendapat laporan tersebut, tim Ditlantas Polda Sulbar langsung bergerak cepat ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan arus lalu lintas.
“Kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi kendaraan yang posisinya masih tertahan di lereng,” tutur IPTU Pasha Aditya.
Meski kondisi kendaraan mengalami kerusakan, keajaiban masih berpihak pada para penumpang. Supriadi beserta satu orang penumpangnya, Hj. Hasi (50), dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka apa pun.
Dua orang saksi di sekitar lokasi, Abarudding (41) dan Rusmi (55), juga telah dimintai keterangan oleh petugas untuk melengkapi laporan kepolisian.
Menyikapi insiden ini, Ditlantas Polda Sulbar mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika merasa lelah atau mengantuk saat berkendara, jangan dipaksakan. Segera cari tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan adalah yang utama, ingat ada keluarga yang menunggu Anda di rumah,” imbaunya.
Proses evakuasi di lapangan juga menggunakan alat berat agar kendaraan bisa segera diamankan, sedangkan Polantas bersama warga setempat terlihat bahu membahu membantu hingga akhirnya kendaraan dapat di evakuasi.






