Disbun Sulbar Ikuti Bimtek Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim, Perkuat Ketahanan Sektor Perkebunan

Mamuju,penasulbar.com – Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, bertempat di Maleo Town Square Mamuju.

Kegiatan tersebut diikuti oleh staf Dinas Perkebunan, Pramudiana, berdasarkan arahan Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muh. Faizal Thamrin.

Bimtek dibuka oleh Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Alexander Bontong, yang hadir mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Alexander Bontong menekankan pentingnya mengubah pola penanganan perubahan iklim dari sekadar merespons dampak menjadi langkah yang lebih terencana melalui mitigasi dan adaptasi.

“Kita tidak cukup hanya merespons ketika sudah terjadi, tetapi bagaimana kita melakukan mitigasi sebelum terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan iklim merupakan tantangan yang membutuhkan kesiapsiagaan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penyusunan rencana aksi adaptasi perlu dilakukan secara sistematis agar setiap sektor memiliki langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai risiko perubahan iklim.

Di tempat terpisah, Muh. Faizal Thamrin mengatakan keikutsertaan Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat dalam bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya yang berpotensi memengaruhi sektor perkebunan.

“Bagi sektor perkebunan, perubahan iklim dapat berdampak terhadap produktivitas tanaman, ketersediaan air, perkembangan organisme pengganggu tanaman, hingga keberlanjutan usaha perkebunan. Karena itu, diperlukan perencanaan adaptasi yang mampu memperkuat ketahanan sektor perkebunan terhadap perubahan kondisi lingkungan,” kata Faizal.

Melalui kegiatan bimtek ini, Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Sulawesi Barat, sekaligus mendorong integrasi isu perubahan iklim ke dalam perencanaan pembangunan sektor perkebunan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar-OPD dalam membangun Sulawesi Barat yang lebih tangguh terhadap risiko perubahan iklim, dengan mengedepankan langkah antisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, memperkuat koordinasi antar-OPD, serta memastikan kebijakan pembangunan mampu menjawab tantangan lingkungan dan perubahan iklim. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *