Mateng,penasulbar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Topoyo, Kamis (14/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pangan dipasarkan dengan harga terjangkau, di antaranya beras, minyak goreng, tepung, telur, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan cabai keriting.
Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk membeli kebutuhan pokok. Komoditas yang paling diminati warga yakni beras, telur, minyak goreng, gula pasir, serta bawang merah dan bawang putih. Meski dipadati pembeli, proses distribusi pangan tetap berjalan lancar.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mamuju Tengah, Elys mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah nyata pemerintah dalam memberikan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau guna membantu meringankan pengeluaran rumah tangga masyarakat.
“Kegiatan ini sudah digelar untuk ketiga kalinya. Sebelumnya dilaksanakan di Polohu, Desa Babana, dan di kawasan Tugu Benteng Tobadak yang juga dihadiri langsung Wakil Bupati. Hari ini kembali digelar di Topoyo,” ujar Elys.
Ia menuturkan, terdapat 10 jenis bahan pangan yang didistribusikan dalam kegiatan GPM. Namun, komoditas yang paling banyak diburu masyarakat yakni beras, telur, minyak goreng, gula pasir, serta bawang merah dan bawang putih.
Untuk komoditas beras, tersedia tiga merek yakni Malolo, Nurmadina, dan SPHP. Beras merek Malolo dan Nurmadina masing-masing disediakan sekitar 100 karung dengan isi 10 kilogram per karung, sehingga total mencapai 2 ton. Sementara itu, beras merek SPHP disediakan sekitar 50 karung dengan isi 5 kilogram per karung.
Selain beras, pemerintah juga menyediakan gula pasir sebanyak 100 kilogram, telur sebanyak 100 rak, bawang merah 50 kilogram, bawang putih 30 kilogram, serta minyak goreng merek Minyakita dan Sedap sebanyak 15 karton.
Elys menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.
“Kami berharap kegiatan GPM ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur, apalagi menjelang hari raya yang tidak lama lagi,” tutupnya.






