Cegah Kejadian Berulang, Pengawasan MBG Mamasa Kini Lebih Ketat

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan sedang melakukan konprensi PERS. Foto: duk. Pena. 

Mamasa,penasulbar.com – Menyusul temuan belatung dalam omprengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Aralle, pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mamasa kini diperketat.

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan kualitas makanan yang didistribusikan kepada masyarakat tetap higienis dan layak konsumsi.

Pengawasan dilakukan bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Mamasa dengan fokus pada seluruh tahapan, mulai dari proses produksi hingga bahan baku di setiap dapur SPPG.

“Kami sudah bersepakat akan terus melakukan pengawasan secara rutin agar kejadian serupa tidak terulang. Pengawasan akan dilakukan secara ketat,” ujar Syahrul, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, penguatan pengawasan bukan berarti mencampuri operasional SPPG, melainkan sebagai bentuk komitmen menjaga mutu layanan program MBG. Tim Korwil dan Satgas akan turun langsung melakukan pengecekan secara berkala.

“Ini merupakan tanggung jawab kami untuk memastikan SPPG tetap memberikan layanan terbaik yang bermutu, higienis, dan layak dikonsumsi penerima manfaat,” jelasnya.

Syahrul juga meminta peran aktif kader yang ditunjuk SPPG untuk turut menjadi pengawas di lapangan, baik di sekolah maupun posyandu. Ia menekankan pentingnya pengecekan makanan sebelum diberikan kepada siswa atau penerima manfaat lainnya.

“Kita harus pastikan makanan yang tiba benar-benar aman dikonsumsi. Jangan langsung dibagikan sebelum dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Selain itu, ia melarang penandatanganan berita acara distribusi sebelum makanan dinyatakan layak. Jika ditemukan menu yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP), kader atau penanggung jawab diminta segera berkoordinasi dengan Kepala SPPG untuk evaluasi dan penggantian menu.

Syahrul juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mempublikasikan temuan terkait kualitas makanan MBG. Ia meminta agar setiap temuan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pihak SPPG atau relawan setempat untuk penanganan cepat.

Dengan langkah pengawasan yang lebih ketat ini, diharapkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan optimal dalam mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *