Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Bupati Mateng Tekankan Perbaikan Infrastruktur Jalan

Suasana pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Mamuju Tengah. Foto:itw

Mateng,penasulbar.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Senin (30/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula A Kantor Bupati Mateng. Turut hadir Bupati Mateng Dr. Arsal Aras, Wakil Bupati Dr. Askary Anwar, Sekda Litha Febriani, Kepala Bappeda Litbang Zulkifli, Anggota DPRD Sulbar Haeruddin, Wakil Ketua DPRD Mateng Hamka, Kapolres Mateng AKBP Hengky Abadi, para kepala OPD lingkup Pemda Mateng, serta undangan lainnya.

Bupati Mateng, Arsal Aras, menyebut Musrenbang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan menjadi momen refleksi bersama dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Melalui Musrenbang, kata Arsal, seluruh pihak dapat menyampaikan pikiran, ide, serta menjelaskan kebutuhan pembangunan yang benar-benar menjawab kepentingan masyarakat.

“Selama ini Musrenbang dilakukan secara berjenjang, mulai dari musrenbang dusun, desa, kecamatan, hingga kabupaten. Setelah ini akan dilanjutkan ke tingkat provinsi dan nasional,” ujar Arsal.

Ia juga mengakui, dalam pelaksanaannya masih terdapat anggapan bahwa usulan yang disampaikan setiap tahun belum memberikan hasil yang maksimal, khususnya di sektor infrastruktur.

“Ini siklus tahunan, tetapi kadang ada yang mengatakan hasilnya begitu-begitu saja. Apalagi tahun kemarin program kita sangat terbatas, khususnya di bidang infrastruktur,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Arsal menjelaskan bahwa tantangan terbesar Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah saat ini adalah infrastruktur jalan. Ia menyebut, kondisi jalan yang tergolong baik baru mencapai sekitar 27 persen, yang meliputi jalan aspal dan beton.

“Sebagian jalan yang sudah baik mulai mengalami kerusakan, sementara sisanya dalam kondisi rusak berat. Tahun lalu kita hanya mampu menganggarkan pemeliharaan karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Arsal juga menambahkan, kerusakan jalan diperparah oleh tingginya aktivitas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut kelapa sawit.

“Bahkan jalan desa dilalui truk besar seperti Fuso pengangkut sawit. Kendaraannya lebar dan panjang, sehingga sulit berpapasan. Ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan,” terangnya.

Ia menegaskan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah diminta untuk mengusulkan program pembangunan berdasarkan skala prioritas kebutuhan. (Adc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *