Plt. Kepala Dinas PMD Sulbar, Faridah S.Sos.,MM., sedang menyampaikan sambutan. Foto: duk. Pena.
Polman,penasulbar.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Desa berbasis Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Hotel Fascific, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada 27–28 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 144 peserta yang terdiri dari bendahara desa dan operator Siskeudes se-Kabupaten Polewali Mandar. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 74 orang pada hari pertama dan hari kedua.

Plt. Kepala Dinas PMD Provinsi Sulbar, Faridah, S.Sos.,M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan undangan. Ia menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan langkah penting dalam peningkatan kapasitas perangkat desa, terutama dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel melalui pemanfaatan aplikasi Siskeudes.
“Siskeudes adalah instrumen penting dalam mendukung tata kelola keuangan desa. Aplikasi ini membantu pemerintah desa menyusun, melaksanakan, dan mempertanggungjawabkan APBDes secara lebih efektif, efisien, dan sesuai regulasi,” ujar Faridah.
Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan mampu:
1. Memahami fitur dan operasional Siskeudes secara menyeluruh,
2. Meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan desa yang benar,
3. Menyusun APBDes secara akurat,
4. Mendorong transparansi dan akuntabilitas, serta
5. Mencegah potensi penyimpangan pengelolaan keuangan desa.
“Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen penuh mendukung pengembangan kapasitas aparatur desa. Bimtek ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas PMD Kabupaten Polewali Mandar, Andi Ilham, menegaskan bahwa pelatihan Siskeudes ini adalah wujud dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa.
“Desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Dengan dana desa yang terus meningkat, tata kelola keuangan yang baik menjadi kunci pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Siskeudes merupakan alat bantu yang sangat penting untuk merencanakan, melaksanakan, dan mempertanggungjawabkan keuangan desa secara transparan dan akuntabel. Namun, keberhasilan sistem tetap membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
“Saya berharap para Kepala Desa dan Kaur Keuangan dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, memahami regulasi terbaru, meningkatkan keterampilan penggunaan aplikasi Siskeudes, serta saling bertukar pengalaman,” ucap Andi Ilham.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan hadir memberikan materi.
“Terima kasih atas kesediaan para narasumber berbagi ilmu dan pengalaman. Kami berharap materi yang diberikan aplikatif dan mudah dipahami peserta,”pungkasnya. (Adv).






