Program Inpres Lakahang-Burana-Pangadaran Gagal, PPK 2.3 PJN 2 Sulbar : yang Terealisasi Tampak kurra-Periangan-Tabulahan

Kondisi jalan poros Lakahang-Burana-Pangadaran. Foto : Duk. Pena. 

MAMASA,PS – Program Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas jalan Lakahang-Burana-Pangandaran Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulbar batal direalisasikan. Pada hal pembangunan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran ini telah dua kali masuk daftar usulkan program IJD yakni usulan tahun 2022 dan 2023.

Bahkan Dinas PUPR Kabupaten telah menetapkan ruas jalan tersebut sebagai prioritas satu untuk usulan program Inpres Jalan Daerah tahun 2022 dan 2023.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan penasulbar. co.id, sejak tahun 2022 dan 2023 pihak PUPR Kabupaten Mamasa telah mengusulkan pembangunan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) .

Menurut Kadis PUPR Kabupaten Mamasa, Oktavianus Masuang, pengusulan pembangunan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran melalui program IJD telah dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, diusulkan tahun 2022, namun gagal terealiasi sehingga kembali diusulkan tahun 2023 bersama dengan ruas jalan Tampakurra-Periangan-Tabulahan.

“Pembangunan jalan ke Burana dan Pangandaran, kita sudah usulkan dua kali, 2022 dan 2023 untuk program Inpres. Bahkan, ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran kita sudah masukan daftar paling prioritas atau prioritas satu khususnya program Inpres Jalan Daerah, tetapi yang direalisaiskan dari pusat melalui PJN 2 Sulbar adalah pembangunan ruas jalan Tampakurra-Periangan-Tabulahan,” terang Oktavianus saat dikonfirmasi belum lama ini.

Dikatakan, penetapan pembangunan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran menjadi daftar paling prioritas bukan tanpa alasan. Tahun 2021, Kata Oktavianus, Desa Burana dan sekitarnya dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor. Bencana tersebut mengakibatkan perkampungan warga rusak, Akses jalan rusak dan sawah warga rata tertimbun materal banjir.

Dijelaskan, saat itu pihak PUPR Mamasa terun membantu warga untuk membuka akses jalan dan memperbaiki talut sungai yang berada ditengah perkampungan.

Oktavianus menuturkan, sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang dilanda bencana maka tahun 2022 Dinas PUPR Mamasa mengusulkan pembangunan jalan ruas Lakahang-Burana-Pangadaran melalui program Inpres dan paling prioritas.

“Saat bencana melanda Burana dan sekitarnya, kita sudah liat kondisi jalan Lakahang-Burana-Pangadaran yang rusak para, dengan dasar itu kita jadikan prioritas satu untuk masuk usulan program Inpres. Bahkan tahun 2023, kita kembali usulkan bersama ruas jalan Tampakurra-Periangan-Tabulahan dan tetap jadi prioritas satu karena usulan 2022 belum berhasil,” kata Oktavianus.

Senada dengan itu, PPK 2.3 PJN 2 Sulbar, Hendra mengatakan pembangunan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran memang masuk daftar prioritas.

Dikatakan, tahun 2022 diwilayah PPK 2.3 diusulkan dua titik prioritas penempatan program IJD yakni ruas jalan Salu Batu- Bonehau dan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran. Namun, kata Hendra, yang terealisasi hanya ruas jalan Salu Batu-Bonehau.

Dia menambahkan, pada tahun 2023, pihaknya kembali mengusulkan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran dan ruas jalan Tampakurra-Periangan-Tabulahan.

“Usulan 2023 kita kembali masukan Pembangunan ruas jalan Lakahang-Burana-Pangadaran paling prioritas karena sudah diusulkan di tahun sebelu 2022. Namun, yang masuk di pusat pembangunan ruas jalan Tampakkuura-Periangan-Tabulahan. Sehingga kita ikut apa yang ditetapkan dari sana,” terang Hendra.

Hendra menyebutkan, pembangunan ruas Tampakurra-Periangan-Tabulahan akan dikerjakan sepanjang 2,8 KM dengan total anggaran Rp21 Miliar dari titip nol Tampakkurra.

“Pihak rekanan sudah memulai pengerjaan jalan ruas Tampakurra-Periangan-Tabulahan sepanjang 2.800 meter dangan total anggaran sebesar Rp21 Miliar,” tutur Hendra. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *