Daerah  

Hari Ke-8 Longsor Bambang, Ribuan Warga di 16 Desa Hidup Dalam Penderitaan, Pemerintah Diminta Maksimalkan Penanganan

MAMASA,PS – Bencana tanah longsor yang terjadi di kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa pada 21 Mei 2024 membuat masyarakat di 16 desa hidup dalam penderitaan.

Hingga kini, memasuki hari ke-8, longsor yang menutup badan jalan poros Mambi-Bambang belum bisa dibersihkan sehingga masyarakat kesulitan dalam mengakses berbagai kebutuhan pokoknya.

Saat ini, Dinas PUPR Kabupaten Mamasa telah membuka jalur sementara Rantepalado-Bambangbuda, hanya saja, akses Rantepaldo-Rantelemo yang menghubungkan 16 di Kecamatan Bambang hingga kini belum dibersihkan dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara, Mambi-Rantepalado masih teputus total.

Warga Desa Rantelemo, Jitro mengatakan, di pasar Rante Lemo pada selasa, 28/5/2024 kemarin, ketersedian bahan pokok seperti beras, minyak dan lainya sudah mulai habis bahkan banyak warga yang tidak kebagian beras.

Selain itu, warga juga sudah kesulitan mendapatkan BBM seperti, tabung LPG dan bahan bakar minyak untuk kendaraan karena stoknya sudah habis.

Sementara, siswa dan guru SMP dan SMA yang tinggal di 16 desa Juga kesulitan karena sekolahnya di Desa Minanga dan akses ke Desa Minanga hingga kini masih tertutup.

“Kemarin pasar Rantelemo sudah kekurangan stok bahan kebutuhan pokok bahkan ada masyarakat yang tidak kebagian, yang paling menyedihkan, anak kami yang sekolahnya di Desa Minanga, akses dari Rantepaldo-Minaga sampai saat ini terputus, jadi anak-anak kami harus berjalan kaki manjat tumpukan material longsor baru bisa sampai kesekolah,” kata Jitro, melalui via selulernya Rabu (29/5/2024).

Senada dengan itu, warga Desa Salukadi, Armin Kristian mengatakan, masyarakat Kecamatan Bambang kini merasakan pahitnya dampak bencana tanah longsor yang terjadi pada tanggal 21 Mei yang lalu.

“Kami benar-benar dalam kondisi terpuruk dalam banyak hal. Ini sudah hari ke-8 kami kesulitan mengakses kebutuhan pokok, BBM dan Anak-anak kami sudah terhambat pendidikannya karena akses ke tempat mereka sekolah tertutup longsor,” ucap Armin.

Mantan Ketua IPMKB Makassar itu menambahkan, selain masalah ekonomi dan pendidikan, bancana longsor Kecamatan Bambang juga berdampak pada pelayanan kesehatan.

“Dalam kondisi seperti ini, jika ada pasien yang mau dirujuk maka harus ditanduh berjam-jam karena kendaraan roda empat atau Ambulance belum bisa tembus,”ucapnya.

Ia berharap, Pemerintah bisa mempercepat pembersihan material longsor yang menutup badan jalan Mambi-Bambang demi menolong ribuan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Bambang.

“Kami paham bahwa pemerintah saat ini sudah bekerja tetapi kami minta agar melakukan upaya percepatan pembersihan sehingga masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam penderitaan,”pungkasnya.

(Nsp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *