Sekertaris APDESI Kabupaten Mamasa, Sarlis sedang menyampaikan sejumlah keluhan Kades dan Aprat desa kepada Pj Bupati Mamasa. Foto : duk Pena.
Mamasa,penasulbar.co.id – Kepala Desa bersama aparatnya adalah garda terdepan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Setiap hari kepala desa bergelut dengan segudang persoalan masyarakat dan dituntut selalu memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Mereka mempertaruhkan segalanya demi rakyatnya dan demi pergabdian kepada nusa dan bangsa.
Kini hati sedih dan miris melihat puluhan tokoh terpandang di desa di Kabupaten Mamasa harus berteriak dengan jujur bahwa mereka sudah tidak sanggup diam, mereka telah kehabisan kesabaran setelah sembilan bulan lamanya tak dibayarkan gajinya.
“Kami ini ujung tombak pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami terus berupaya sekuat-kuatnya untuk hadir ditengah masyarakat desa dan memberi solusi terhadap setiap persoalannya. Tapi apa yang kami lakukan itu ternyata tak dianggap oleh Pemda Mamasa selama ini. Kami sudah 9 bulan tidak menerima gaji sementara kami harus menafkahi keluarga dan juga menolong warga dalam berbagai masalahnya,”tutur ketua APDESI Kabupaten Mamasa Abd. Rahman Tona’ saat beraudiens dengan Pj Bupati Mamasa, Kamis (21/9/2023).

Dihadapan Pj Bupati Mamasa, Abd. Rahman Tona’ menegaskan bahwa kemarahan kepala desa bukan ditujukan kepada bapak Pj Bupati Mamasa tetapi ditujukan kepada pemerintah sebelumnya khusunya, Kaban Pengelola Keuangan Daerah Mamasa, Herry.
“Mohon maaf sebelumnya kami sampaikan kepada orang tua kami pak Yakub Solon. Kami tidak marah kepada bapak tapi kami marah kepada pemerintah sebelumnya khusus Kaban keuangan,” ungkap pria yang akrap disapa Condak itu.
Hal yang sama disampaikan Sekertaris APDESI Kabupaten Mamasa, Sarlis yang juga kepala Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa.
Sarlis menegaskan bahwa semua kepala desa se-Kabupaten Mamasa sudah geram dengan janji-janji dari kepala Badan pengelola keuangan daerah.
“Sampaikan kepada kami kapan kepastian dibayarkan tapi jangan janji palsu karena itu akan menyulut kemarahan kami,” tegas Sarlis.
Menanggapi aspirasi itu, Pj Bupati Mamasa, Dr. Yakub F Solon sempat terdiam lalu mengatakan, sedih rasanya mendengar keluhan dari para ujung tombak pemberi pelayanan di desa.
Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kepala desa dan apratnya yang mampu bersabar dan menahan diri dengan kondisi sembilan bulan tidak digaji.
“Memang kondisi ini sulit dipahami, kasian kawan-kawanku di desa. Kalian memang hebat karena bisa bersabar dalam kondisi seperti ini tapi kita manusia punya batas kesabaran dan sangat wajar pula jika teman-teman begitu keras berteriak menuntut hak, ” tutur Yakub.
Karena itu, dia meminta Kaban Pengelola Keuangan Kabupaten Mamasa untuk segera membayarkan gaji Kades paling lambat bulan Oktober 2023.
“Pak Heri jangan ada yang ditutup-tutupi soal keuangan daerah, saya minta bulan Oktober bayar minimal triwulan 1 sesuai kesempatan kita hari ini. Dan saya juga sampaikan kepada teman-teman aparat desa, jangan takut soal kesepakatan kita hari ini karena saya sebagai Pj Bupati jaminannya, catat ini,” tegas Yakub.
(Nisan)






