Program Pisang Cavendish Pj Bahtiar Dikeluhkan Warga Bonehau, Janji Bantuan Modal Tak Terwujud Hingga Petani Merugi

Petani Pisang Cavendish di Desa Banua Ada’ Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Alveros sedang berada di kebun miliknya. Foto : Duk.pena.

Mamuju,penasulbar.com- Program pengembangan pisang Cavendish di Sulawesi Barat (Sulbar) yang digagas oleh Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, menuai keluhan dari warga Bonehau, Kabupaten Mamuju. Program yang seharusnya memberikan keuntungan besar bagi petani ini ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.

Petani di Desa Banua Ada’, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, mengeluhkan janji bantuan biaya yang diberikan oleh pihak perusahaan tidak terwujud. Akibatnya, pisang yang ditanam tidak tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang tidak sesuai harapan.

Alveros, seorang petani pisang Cavendish di Desa Banua Ada’, menyampaikan keluhannya. “Kami dijanji akan dibantu modal kerja melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp100 juta/hektare, tapi sampai hari ini belum ada pencairan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Selain itu, Alveros juga mengeluhkan bahwa pihak perusahaan tidak memberikan tenaga pendamping yang dijanjikan untuk membantu petani menghasilkan produk pisang Cavendish dengan kualitas yang baik.

“Kami tidak akan tergiur dengan program pisang Cavendish seandainya kami tidak diyakinkan dengan janji bantuan modal dan tenaga pendamping,” tuturnya.

Baru-baru ini, pihak perusahaan datang ke kebun pisang dan mengeluh karena buah pisang tidak berkualitas dan tidak layak untuk dipasarkan. Alveros merasa marah karena pihak perusahaan tidak memenuhi janji mereka.

“Saya bilang sama mereka, itu salah siapa? Kami tidak tahu apa-apa tentang pisang Cavendish, kalian tidak pernah memberikan pendampingan dan modal kerja sesuai janji,” ujarnya.

Dia menambahkan, ketertarikan masyarakat Bonehau mengembangkan pisang Cavendish karena diyakinkan dengan keseriusan Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin yang turun langsung bersama pihak perusahaan dan sejumlah pejabat Pemprov Sulbar termasuk pihak perbankkan melakukan sosialisasi di Desa Banua Ada’.

“Kami begitu yakin akan keberhasilan program pisang Cavendish karena pak Pj Gubernur turun langsung ke lokasi bersama jajaran melakukan sosialisasi dan penanam perdana. Tetapi ternyata semuanya tidak sesuai kenyataan” Pungkasnya.

Kisah ini menjadi contoh bahwa program yang seharusnya membantu petani justru menjadi beban bagi mereka. Semoga pihak terkait dapat memperhatikan keluhan warga Bonehau dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak perubahan. Wartawan penasulbar.com berusaha menghubungi nomor kontak orang perusahaan yang diterima dari warga Bonehau namun belum ada respon. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *