MAMASA,PS – Pemerintah Kabupaten Mamasa memberikan apresiasi kepada kelompok anak-anak muda yang menggeluti usaha pembibitan kakao sambung pucuk di Desa Burana, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.
Pernyataan itu disampaikan Pj Bupati Mamasa Dr. Muh. Zain saat di konfirmasi di Mamasa pada Senin (28/10/2024).

Zain mengatakan, pihaknya siap mendorong dan membantu komunitas Burana Kakao Community (BKC) dalam mengembangkan usahanya. Hal itu dimaksutkan agar masyarakat yang berniat menekuni perkebunan kakao bisa mendapatkan bibit dengan mudah dan berkualitas.
“Saya sudah telpon langsung ketua kelompoknya. Saya sampaikan apresiasi dan motivasi agar mereka lebih bersemangat dalam menekuni usahanya. Mereka itu adalah anak-anak millenial yang kreatif yang berjiwa entrepreniur yang harus didukung oleh Pemda,” ucap Zain.

Dikatakan, salah satu komoditas yang cocok untuk dikembangkan dimasa kini dan masa yang akan datang khusus di Sulbar adalah komoditas kakao.
Kakao, kata Zain, merupakan komoditas unggulan Sulbar pada beberapa tahun yang lalu. Bahkan, Sulbar masuk salah satu Provinsi penghasil kakao terbesar Indonesia.
“Kakao sangat cocok untuk wilayah Sulbar termasuk Kabupaten Mamasa. Kita ingin kembalikan kejayaan kakao Sulbar. Karena itu, saya mengapresiasi dan mendorong agar pembibitan kakao yang sudah dikembangkannya anak-anak kita di Burana terus maju dan bisa bersaing dengan bibit dari luar Sulbar,” ucapnya.
Sebelumnya, viral di pemberitaan media, sekelompok pemuda kreatif yang tergabung Burana Kakao Community (BKC) mampu menghasilkan cuan hingga ratusan juta rupiah hanya dalam beberapa bulan karena mengembangkan usaha pembibitan kakao sambung pucuk.
Komunitas BKC awalnya digagas oleh Lifrintoriswadi dan Harianto makatonan pada 11 Desember 2023. Kedua pemuda kreatif ini sama-sama prihatin melihat kondisi masyarakat yang berminat berkebun kakao tetapi kesulitan mendapatkan bibit. Mereka memulai usahanya dengan menyiapkan lahan dan mengajak pemuda lainnya untuk bergabung.
Diawal usahanya, mereka membagi tugas, Lifrintoriswadi membidangi pembibitan dan Harianto Makatonan bertugas sebagai pemasaran.
Dengan lahan seluas 1600 meter persegi berkapasitas 52.000 pohon bibit cacao, diakhir tahun 2023 para pemudah di Burana ini memulai usahanya.
Berkat keuletan dan keberanian berinovasi, Rinto dan kawan-kawannya berhasil menerima cuan hingga ratusan juta rupiah hanya dalam beberapa bulan.
Dari keterangan ketua BKC, Rinto, diketahui jumlah bibit yang sudah sudah diproduksi sebanyak 52.000 dan sudah terjual sebanyak 27.000 dengan omset lebih Rp250.000.000. Bahkan, BKC kewalahan melayani pembeli sehingga membuka dua cabang pembibitan dengan kapasitas 10.000 pohon. (ADV)





