Mamuju,penasulbar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi antara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, M. Darwis Damir, bersama Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Audy Murfi Syarifuddin, dengan Komandan Korem 142/Tatag selaku unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Barat, Senin 12 Januari 2026.
Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai isu strategis terkait dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk pemetaan serta antisipasi potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang dapat memengaruhi stabilitas daerah.
Melalui pertemuan ini, Kesbangpol Sulbar menegaskan komitmen Pemprov Sulbar diibawah Kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wagub Salim S Mengga untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam rangka menjaga Sulawesi Barat tetap aman, kondusif, dan tangguh menghadapi berbagai potensi ATHG.
Selain isu keamanan, pertemuan juga menyoroti potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang rawan terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Barat, terutama pada musim hujan. Risiko bencana ini dinilai dapat berdampak terhadap kondisi sosial, aktivitas masyarakat, dan situasi keamanan di daerah.
Kepala Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, mengatakan bahwa pendekatan kewaspadaan nasional harus dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap faktor sosial-politik maupun faktor alam yang dapat berkembang menjadi ATHG.
“Setiap potensi kerawanan, baik yang bersumber dari dinamika sosial, politik, maupun bencana alam, perlu dipetakan sebagai bagian dari ATHG. Dengan sinergi bersama TNI, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini dan terkoordinasi,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 142/Tata Brigjen TNI Hartono menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan membantu penanganan dampak bencana. Menurutnya, sinergi Forkopimda menjadi kunci dalam memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Koordinasi yang solid antarunsur Forkopimda akan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, baik dari aspek keamanan maupun akibat bencana,” kata Danrem. (Rls)






