Kepala BPSDM Sulawesi Barat, DR. Yakub F Solon
MAMUJU – Keberhasilan pembangunan nasional maupun di daerah tidak terlepas dari peran birokrasi sebagai penggerak pembangunan. Oleh karena itu, peningkatan kulaitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi aparatur harus terus ditingkatkan.
Menurut Kepala BPSDM Sulbar, DR. Yakub F Solon, Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu aktor birokrasi, menjadi mesin penggerak pembangunan yang berperan penting dalam memastikan berjalannya seluruh agenda dan program pembangunan yang telah direncanakan.
Ia mengatakan, sejumlah tantangan yang harus ditaklukan para asn di Sulbar diantaranya, mampu bekerja di tengah pandemic Covid-19 dan bangkit dari keterpurukan akibat gempa bumi yang mengguncang Sulbar pada awal tahun ini.
Selain itu, kebutuhan ASN dalam menerima pelatihan minimal 20 jam pelajaran belum terpenuhi. ASN di Sulbar belum cukub 30 persen yang mendapatakan pelatihan kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan kompetensi sosial kultural.
“Tantangan besar bagi para ASN Sulbar adalah bagaimana bisa bekerja di tengah pandemic covid-19 dan menjadi terdepan bersama masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan akibat gempa,” terang Yakub Solon.
Mantan Ketua KPU Mamasa itu menjelaskan, untuk memaksimalkan pelayanan atau kinerja maka para ASN harus memiliki kualitas personal yang baik. Ada tiga kompetensi yang harus dimiliki ASN agar mampu memaksimalkan tugas dan fungsinya.
Pertama, Kompetensi Teknis yang mencakub pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaiatan dengan bidang teknis jabatan.
Kedua, Kompetensi Manajerial yang mencakub pengentahuan, keterampilan dan sikap yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin atau megelola unit organisasi.
Ketiga, Kompetensi Sosial kultural yang mencakub pengetahuan, keterampilan, dan sikap/prilaku yang dapat diukur, diamati dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, wawasan kebangsaan, etika, nilai moral, emosi dan prinsip yang harus dipenuhi setiap pemegang jabatan.
Lanjut Ia menambahkan, Rencana pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 yakni mewujudkan pemerintahan berkelas dunia (World Class Goverment) menuntut ASN menguasai banyak hal diantaranya, memiliki nasionaliame yang tinggi, beritegritas, hospitality, mempunyai Networking, menguasai teknologi informasi, bahasa asing dan berjiwa entrepreneurship.
Melihat kondisi daerah hari ini, maka DR. Yakub F Solon mengajukan sejumlah strategi yang dapat dilakukan agar pemerintah Sulbar bisa bangkit ditengah pandemi dan dampak gempa, diantaranya, harus fokus pada pelayanan dasar dan realiasi janji politik Gubernur, Menajamkan prioritas pembangunan daerah dan merampingkan, jumlah program dan kegiatan.
“Kita juga perlu mengefisienkan belanja daerah, memastikan daya serap dan efektivitas anggaran dan mengoptimalkan penerimaan PAD serta terus melakukan pengembangan kompetensi ASN menuju World Class Goverment,” pungkas Ketua kerukunan Mamasa itu. (ns-01)







