Ketua IDI Sulbar Ungkap Penyebab Sakit Ginjal Pada Anak dan Pencegahannya

Ketua IDI Sulbar, dr. Harit, Sp. PD. 

MAMUJU,PS – Puluhan Anak terdiagnosa mengudap penyakit ginjal di Sulbar. Berdasarkan data kunjungan pasien RSUD Regional Provinsi Sulbar Januari hingga Juli 2024 tercatat sebanyak 24 orang pasien anak sakit ginjal.

Sementara RSUD Regional Mamuju merupakan satu dari sekian rumah sakit yang tersebar di beberapa Kabupaten se-Provinsi Sulbar.

Kondisi ini mendapat respon dari sejumlah kalangan, termasuk Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Sulbar dr. Harit Sp.PD saat dikonfirmasi di Mamuju, Sabtu (10/8/2024).

Harit mengungkapkan, penyebab umum penyakit ginjal pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa.

Dikatakan, gangguan ginjal pada anak paling sering akibat kebutuhan zat gizi atau cairan yang tidak tercukupi.

Selain itu, kata Harit, kerusakan ginjal anak bisa juga akibat infeksi, efek samping atau keracunan zat tertentu termasuk  obat, serta kelainan pada anak itu sendiri seperti penyakit autoimum, talasemia dan lain lain.

“Kerusakan ginjal anak bisa karena infeksi, efek samping obat, dan kelainan pada anak seperti penyakit autoimum, talasemia, dan lain-lain,” terang Harit.

Menurutnya, gangguan ginjal pada anak jika tidak segera diketahui dan diatasi akan menyebabkan kerusakan ginjal yang menetap. Sehingga, lanjut dia, bila nampak ada gejala seperti tanda anemia, penurunan berat badan, lekas kelelahan, demam cukup lama atau bengkak pada badan segera memeriksakan kesehatannya pada fasilitas kesehatan atau tenaga kesehatan.

“Bila nampak ada gejala seperti tanda anemia, penurunan berat badan, lekas kelelahan, demam culun lama atau bengkak pada badan segera periksakan anak anda ke fasilitas kesehatan,”ucapnya.

Dia menjelaskan, upaya pencegahan yang sangat penting adalah menjaga agar anak-anak ini mendapat asupan gizi yang cukup, serta rajin melakukan pemeriksaan fisik seperti penimbangan di posyandu, melengkapi imunisasinya dan menghindarkan dari konsumsi makanan atau bahan lainnya yang tak terjamin kesehatannya serta tidak memberikan obat yang bukan atas saran dokter.

“Untuk mencegah kerusakan ginjal anak maka berikan asupan gizi yang cukup, rajin ke posyandu, lengkapi imunisasinya, dan hindarkan dari konsumsi makanan yang belum terjamin kesehatannya,” pungkasnya. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *