Mamuju, Penasulbar.co.id – Jerami Institut melaksanakan diskusi terkait efektivitas dan manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) di masa pandemi Covid-19.
kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Talk show di RRI Mamuju, yang mengundang pembicara yakni kepala PT Pos Mamuju, Arfan Aidid, sebagai penyalur bantuan sosial tunai di kabupaten Mamuju serta pihak Dinas Sosial Kabupaten Mamuju, Iwanuddin Fatma.
Direktur jerami institut Sulawesi barat Sugiarto Albert mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjawab sekaligus mensosialisasikan penyaluran BST bagi masyarakat Mamuju.
“Jadi kita berharap masyarakat dapat secara jelas mendengarkan proses penyaluran BST,” kata Sugiarto, Rabu, 17 Februari 2021.
Sementara itu Kepala PT Pos Mamuju, Arfan Aidid menjelaskan bahwa penyaluran BST tahap 11 telah dilaksanakan tanggal 3 Februari 2021 lalu di tenda darurat usai gempa mengguncang Mamuju dan sekitarnya.
“Kita bersyukur karena di tanggal 3 Februari itu seluruh rekan-rekan sudah kembali beraktivitas dan kondisi sudah sedikit membaik pasca gempa,” kata Arfan.
Arfan mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi dalam penyaluran BST tahap 11 pasca bencana adalah sejumlah penerima bantuan yang mengungsi ke luar daerah. Namun, PT Pos Indonesia Cabang Mamuju melakukan kerjasama dengan Dinsos untuk mengkonfirmasikan jadwal penerimaan bantuan kepada penerima.
“Kami kerjasama dengan Dinsos Mamuju karena mereka yang paling tahu mengenai data-data penerima itu,” katanya.
Sementara pihak Dinsos Mamuju, Iwanuddin Fatma mengatakan jika saat ini penerima BST sudah lebih diverifikasi. Dari total 15 ribu penerima BST tahun lalu, tahun 2021 sudah dirampingkan menjadi 11 ribu penerima.
“Kita terus melakukan kevalitan data untuk penerima, jadi awal-awal kita lakukan perampingan data karena sebagian kita temukan telah mendapatkan bantuan lain,” kata Iwanuddin.






