Jembatan Gantung Ambruk, 3 Warga Pangandaran Kabupaten Mamasa Terjun Kesungai

Kondisi jembatan gantung Sungai Kalukku akses Lakahang-Pangadaran yang ambruk dan mengakibatkan tiga warga Pangadaran terluka parah. Foto:duk.pena.

Mamasa,ps – Jembatan Gantung Sungai Kalukku, akses penghubung Lakahang-Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa kembali menelan korban.

Satu keluarga yang terdiri dari suami istri dan satu orang anak yang masih kecil terjatuh dari jambatan gantung Sungai Kalukku dengan ketinggian sekira 15 meter kedasar sungai.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu (26/6/2024) yang bertepatan dengan hari pasar Lakahang di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.

Kondisi jembatan gantung Kalukku, desa Burana, Kecamatan Tabulahan

Korban yang bernama Akino (38) bersama istri dan anaknya, berangkat dari Lakahang usai belanja di pasar Lakahang menuju Desa Pangandaran dengan mengendarai sepeda motor.

Saat menyebrang di Jembatan Gantung Sungai Kalukku, alas jembatan yang terbuat dari material kayu ambruk dan korban bersama istri dan satu orang anaknya yang masi kecil terjun kedalam sungai.

Peristiwa ini mengakibatkan Akino bersama istri dan anaknya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit di Mamuju.

Sekedar diketahui, jembatan gantung Kalukku menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan tiga desa yakni Desa Burana-Desa Pangandaran Kecamatan Tabulahan dan Desa Baruru Kecamatan Aralle.

Jembatan ini sudah berusia lebih 10 tahun dan luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Mamasa. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *