Pembersihan ruas jalan Rantepalado-Bambangbuda. Foto: itw.
MAMASA,PS– Akses yang menghubungkan Kecamatan Mambi dan Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, masih lumpuh total akibat material longsor masih menutupi jalan.
Tanah longsor menutupi jalan di Desa Rantepalado, Kecamatan Bambang.
Warga resah akibat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk dari Bambang. Aktivitas ekonomi masyarakat pun tidak berjalan.
Terlebih lagi, alat berat belum tampak di lokasi meskipun bencana longsor sudah masuk hari ketiga.
“Ini kami setengah mati, mau ke pasar untuk jual hasil bumi dan belanja kebutuhan tidak bisa,” ungkap Andri, warga Rantelemo, Kecamatan Bambang, Jumat, 24 Mei 2024.

Dia berharap pemerintah daerah segera mengirim alat berat agar akses jalan bisa terbuka.
Menanggapi keluhan warga, Kadis PUPR Kabupaten Mamasa, Oktavinus Masuang mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk membuka akses Mambi-Bambang.
Hanya saja, kata Oktavianus, terkendala di titik longsor Rantepalado karena ada batu besar yang menimbun badan jalan.
Untuk itu, pihaknya membuat skema dengan membuat akses sementara melalui ruas Rantepalado-Bambangbuda.
“Untuk keluar masuknya kendaran ke wilayah Kecamatan Bambang maka untuk sementara kita membuka ruas Rantepalado-Bambangbuda dan kita hanya bersihkan ruas Mambi sampai titik longsor di Rantepaldo,”ucap Oktavianus.
Lanjut dikatakan, sambil membuka akses Rantepalado-Bambangbuda, pihak juga mengupayakan pembersihkan titik longsor besar Rantepaldo.
“Sambil membuka ruas Rantepalado-Bambangbuda, kita juga sedang berupaya membersihkan longsor besar titik Rantepalado yang dimana terdapat beberapa batu berukuran besar yang menimbun badan jalan,”ucapnya.
Untuk diketahui, sebanyak 25 titik longsor disepanjang jalan ruas Mambi-Bambang. (ADV)






