Hadiri Pembukaan SSA ke-XX GTM, ini Harapan Sekprov Sulbar Untuk Warga Gereja

Suasana Pembukaan SSA ke-XX GTM di Lakahang.  Foto : Duk Pena.

Mamasa,penasulbar.co.id – Sidang Majelis Sinode AM (SSA) XX Gereja Toraja Mamasa (GTM) resmi dimulai di Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Senin (20/9/2821)

Sidang Lima Tahunan GTM ini dihadiri Sekertaris Provinsi Sulbar, Wakil Bupati Mamasa, Kepala BPSDM Sulbar, Dandim Mamasa, Ketua DPRD Mamasa, Sekertaris PGI Wilayah Sulselbar dan sejumlah pejabat Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamasa.

Sekprov Sulbar, Muh. Idris dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada warga gereja atas perannya dalam pembangunan daerah khususnya pencegahan penyebaran Covid-19.

Dikatakatan, ada tiga peran yang harus dilakukan lembaga gereja di erah saat ini yakni memberikan perlindungan kepada warganya, memberikan pelayanan terbaik dan melakukan pemberdayaan warga.

“Gereja harus hadir memberikan perlindungan kepada warganya, memberikan pelayanan terbaik dan melakukan pemberdayaan warga,” terang M Idris.

Untuk mewujudkan peran tersebut, maka gereja harus dipimpin oleh orang yang memiliki konsep berpikir yang jauh kedepan, berwawasan luas dan tulus dalam pelayanan.

Selain itu, para pendeta sebagai pelayan harus memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

“Pemimpin gereja tidak boleh berpikir biasa-biasa saja melainkan harus berpikir jauh kedepan dan mampu menjawab tantangan yang kian semakin kompleks. Para pendeta harus berwawasan luas sehingga mampu mengarahkn umat mencapai visi yang ingin dicapai,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua BPMS GTM Pdt. Hengki Gunawan mengatakan, terima kasih kepada semua pihak khususnya Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamasa atas dukunganya sehingga SSA GTM bisa dilaksanakan.

Dia menyebutkan, SSA digelar sekali dalam Lima Tahun dengan tunjuan mengevaluasi program yang sudah berjalan, merumuskan program yang akan datang dan memilih pengurus yang baru.

Pdt. Hengki menambahkan, jumlah warga GTM sebanyak 150 ribu orang yang tersebar di 504 Jemaat dan dilayani 300 orang pendeta.

“Sebanyak 150 ribu warga GTM , 80 persen berada di Kabupaten Mamasa dan 20 persen tersebar diberbagai daerah di Indonesia,” Imbuhnya.

Ia berharap, melalui momentum sidang Lima Tahunan yang dihadiri utusan masing-masing klasis ini bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan sejumlah program yang mampu menjawab kebutuhan warga gereja.

“Disinilah tempatnya kita melakukan evaluasi pelayanan yang sudah dilakukan dan bersama-sama merumuskan program 5 Tahunan BPMS,” tutup Hengki.

Sementara itu, Ketua Panitia SSA-XX GTM Pdt. Erwin Marrabang dalam laporannya menyampaikan, sebagai tuan rumah, Klasis Lakang begitu bangga dan menyambut dengan sukacita pelaksanaan SSA ini.

Dia mengungkapkan, pada perencanaan awal, SSA akan dilangsungkan pada bulan Juni 2021 tetapi karena pandemi Covid-19 maka diundur sampai hari ini.

“Kami tuan rumah sudah berusaha maksimal untuk menyukseskan kegiatan ini dan dengan pertolongan Tuhan maka sidang yang awalnya dirancang pada Juni lalu bisa dilaksanakan hari ini,” terang Erwin. (ns-01)

Redaktur : Nisan Parrokak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *