Ketua GMNI Sulbar Sugiarto Albert
Mamuju,penasulbar.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan dukungan penuh terhadap aliansi masyarakat Sulbar yang menolak tambang pasir di wilayah mereka. Dukungan ini diberikan demi memperjuangkan ruang hidup dan melindungi hak-hak warga.
Menurut Ketua DPD GMNI Sulbar, Sugiarto Albert, penolakan tambang oleh warga merupakan respon atas terancamnya pemukiman dari abrasi akibat lokasi tambang yang bersinggungan dengan muara sungai dan telah mengikis badan sungai, sehingga mengancam pemukiman warga.
GMNI Sulbar juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap dan mengungkap pelaku pengancaman pembunuhan terhadap aktivis anti-tambang.
“Kami mendesak aparat kepolisian untuk serius menangani kasus ini dan memberikan perlindungan kepada aktivis yang memperjuangkan hak-hak warga,” kata Sugiarto.
Selain itu, GMNI Sulbar juga mendesak Gubernur Sulbar untuk segera mencabut izin tambang di Kalukku dan Karossa, sesuai tuntutan warga. “Izin tambang ini telah menimbulkan banyak masalah bagi warga, dan sudah waktunya pemerintah mengambil langkah tegas untuk melindungi hak-hak warga,” tambah Sugiarto.
GMNI Sulbar juga meminta seluruh pihak untuk menghormati dan menghargai upaya warga dalam menolak tambang pasir dan memperjuangkan ruang hidupnya. “Kami akan terus mendukung dan mendampingi warga dalam memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Sugiarto.
Dukungan GMNI Sulbar terhadap penolakan tambang yang dilakukan warga di Mamuju, meruapakan bentuk komitmennya untuk memperjuangkan keadilan sosial dan melindungi hak-hak warga, terutama dalam kasus penolakan tambang pasir di Sulbar. (Ns-01)






